Mukercam V MUI Tajurhalang Bogor Hasilkan 11 Program, Fokus Pembinaan Umat dan Pemberdayaan Ekonomi

Program meliputi sinergi ulama-umara, kajian kitab, pelatihan pemulasaraan jenazah, pembinaan remaja masjid, dakwah digital, bimbingan pranikah, hingga pemberdayaan ekonomi dan UMKM umat.

Mukercam V MUI Tajurhalang Bogor Hasilkan 11 Program, Fokus Pembinaan Umat dan Pemberdayaan Ekonomi
Bacakan Artikel

HARIANRAKYAT.Id, BOGOR — Musyawarah Kerja Kecamatan (Mukercam) V Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, menghasilkan 11 program. Mencakup penguatan silaturahmi ulama dan umara hingga pemberdayaan ekonomi umat.

Turut hadir jajaran pengurus MUI desa se Kecamatan Tajurhalang, Kapolsek Tajurhalang Iptu Raden Suwito, Kepala KUA Tajurhalang H. Shilahuddin Nur, serta Dewan Pembina MUI Tajurhalang H. Nurhalim.

Ketua MUI Kecamatan Tajurhalang KH. Ahmad Dimyatie mengatakan, persatuan menjadi kunci dalam membangun pembinaan umat yang berkelanjutan. Pembinaan masyarakat tidak bisa dilakukan secara sporadis. Dibutuhkan kerja bersama dan komunikasi yang terarah antara ulama, pemerintah, tokoh masyarakat serta seluruh elemen keagamaan.

"Pembinaan umat yang berkelanjutan hanya bisa terwujud jika seluruh elemen keagamaan bergerak dalam satu visi,” ujar KH. Ahmad Dimyatie saat pembukaan Mukercam, dengan tajuk “Bersinergi dalam Khidmat, Bersatu dalam Membina Umat” itu digelar selama dua hari, Selasa-Rabu (11-12/8/2026), di Villa H Abdul Majid, Cisarua, Kabupaten Bogor.

Ia menjelaskan, salah satu program yang menjadi perhatian adalah silaturahmi Ulama-Umara. Program ini diarahkan untuk memperkuat komunikasi secara berkala antara MUI, Muspika, aparatur desa hingga tingkat RT/RW dan kader organisasi.

Selain itu, MUI Tajurhalang menggulirkan program Syahriahan Internal, berupa silaturahmi, musyawarah dan kajian kitab secara rutin setiap bulan. Pelaksanaannya dilakukan secara bergilir di kediaman para pengurus.

Program berikutnya adalah Daurah Janaiz, yakni pelatihan pemulasaraan jenazah, khususnya untuk jenazah perempuan. Pelatihan tersebut akan dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT).

MUI Tajurhalang juga akan membentuk Tim Khutbah dan Iddain. Tim ini bertugas menyiapkan khatib untuk mengisi mimbar salat Jumat dan salat Id di masjid-masjid desa se-Kecamatan Tajurhalang.

“Termasuk pembentukan remaja masjid tingkat kecamatan sebagai wadah pembinaan pemuda masjid se-Kecamatan Tajurhalang, bekerja sama dengan DMI dan masjid besar,” katanya.

Tak berhenti di situ. MUI juga akan menyusun materi edukasi serta mengisi program bimbingan pranikah rutin di KUA Tajurhalang.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, MUI Tajurhalang memasukkan optimalisasi syiar Islam digital sebagai bagian dari program kerja. Pengelolaan akun resmi Facebook, Instagram, TikTok dan YouTube akan diperkuat untuk memperluas jangkauan dakwah.

“Program lainnya adalah pembinaan ustadz, ustadzah dan mubaligh untuk meningkatkan kualitas materi dakwah,” ujarnya.

MUI Tajurhalang juga merancang program ziarah makam ulama lokal menjelang Ramadan, serta ziarah ke makam para wali di berbagai wilayah Nusantara.

"Di sektor ekonomi, MUI menyiapkan program pemberdayaan ekonomi umat. Kegiatannya meliputi pendataan UMKM warga, pelatihan etika bisnis dan fikih muamalah, pendampingan sertifikasi halal hingga promosi usaha," tambah ia.

Program lainnya menyasar pelayanan keagamaan dan sosial. MUI akan memberikan pelayanan proses ikrar syahadat bersertifikat, pendampingan ikhtiar akidah dan ibadah dasar, serta penyaluran bantuan sosial bekerja sama dengan BAZNAS dan LAZ.

"Semua program ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata KH. Ahmad Dimyatie, didampingi Sekretaris MUI Tajurhalang Ustadz Asmuni. (din)