HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL — Memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel menggelar dzikir dan doa bersama di Masjid Yayasan Daarul Hikmah, Pamulang, Kamis malam (26/6/2025).
Acara ini dihadiri oleh para tokoh agama, Lurah Pamulang Barat, Binamas dan Babinsa dan para pengurus MUI Kota Tangsel serta jamaah dengan penuh khusyuk.
Dalam laporan panitia acara, Dr. Ustaz Abdul Rojak menyampaikan bahwa peringatan tahun baru Islam merupakan agenda rutin MUI Tangsel. Setiap momen besar dalam kalender Islam senantiasa dimaknai dengan kegiatan keagamaan. Tentu demi menjaga semangat ukhuwah dan kesadaran umat terhadap identitas hijriah.
“Peringatan ini menjadi pengingat bahwa umat Islam memiliki kalender tersendiri, yaitu kalender hijriah atau komariah yang berpatokan pada peredaran bulan. Berbeda dengan kalender masehi yang didasarkan pada perputaran matahari,” ungkap Ustaz Abdul Rojak.
Ia juga menjelaskan bahwa awal tahun Hijriah ditetapkan oleh Khalifah Umar bin Khattab RA, dan perhitungannya dimulai sejak matahari terbenam, bukan tengah malam seperti pada kalender masehi. Jumlah harinya pun berbeda, hijriah terdiri dari 354 hari, sementara masehi 365 hari.
“Mari kita isi momen pergantian tahun ini dengan amal-amal kebaikan, memperbanyak dzikir dan munajat kepada Allah SWT. Semoga dosa-dosa kita yang telah lalu diampuni oleh-Nya,” tuturnya di dampingi MC Ustad Aep Saepudin.
Ketua Umum MUI Tangsel, KH Saidih, dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa dzikir memiliki kekuatan untuk menenangkan jiwa dan menentramkan batin. Ia mengingatkan, orang yang lalai dari dzikir akan merasakan kesempitan hidup, bahkan kelak di akhirat akan dibangkitkan dalam keadaan buta.
“Insya Allah, jamaah yang hadir malam ini mendapatkan ketenangan dan kesejukan hati. Mari jadikan momen 1 Muharram sebagai waktu untuk bermuhasabah, menghitung kembali amal perbuatan kita selama ini,” ujar KH Saidih.
Sementara itu, Staf Ahli Wali Kota Tangsel Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Heli Slamet, mengapresiasi kegiatan ini. Ia menyebut, peringatan tahun baru Islam adalah waktu yang tepat untuk introspeksi dan memperbaiki diri agar lebih baik di tahun mendatang.
“Alhamdulillah, Kota Tangsel saat ini dalam kondisi yang kondusif. Para ulama telah menyebarkan kesejukan dan kedamaian di tengah masyarakat. Kami ucapkan terima kasih kepada MUI yang terus membina umat dan menjaga akhlak generasi muda. Termasuk dari bahaya judi online dan penyalahgunaan teknologi,” ujarnya.
Heli juga berpesan kepada para orang tua agar bijak dalam mendampingi anak-anak dalam penggunaan gawai. Serta menjaga kesehatan mereka dengan penuh kasih sayang dan kesadaran sebagai amanah dari Allah SWT.
Acara ditutup dengan pembacaan Yasin, ayat kursi dan sholawat serta doa bersama yang dipimpin oleh Ustad Ahmad Sofyan Mastas seraya berharap tahun baru Islam ini menjadi momentum kebangkitan spiritual dan sosial bagi seluruh masyarakat Tangsel, menuju kehidupan yang lebih berkah dan diridhai Allah SWT. (din).



