HARIANRAKYAT.ID, BOGOR -Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangsel memberikan edukasi Generasi Z melalui “Workshop Pelatihan Teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk Media Dakwah dan Pendidikan”. Berlangsung Vila Bumi Berkah, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jumat–Sabtu, (19–20/12/2025).
Sekretaris Umum MUI Tangsel, Dr Abdul Rojak, menyampaikan bahwa perkembangan AI telah menghadirkan lompatan besar dalam dunia teknologi informasi. Menurutnya, AI mampu membantu para dai, pendidik dan generasi muda dalam menyusun materi dakwah yang lebih kreatif, cepat, dan mudah dipahami.
“AI memiliki kelebihan luar biasa. Ia mampu menyajikan informasi, referensi ayat, hadis, hingga konsep pendidikan dalam waktu singkat. Ini sangat membantu dakwah agar lebih relevan dengan perkembangan zaman, khususnya bagi Gen Z,” ujar Abdul Rojak.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa AI juga memiliki keterbatasan dan tantangan. AI, kata dia, tidak memiliki hati, nurani dan nilai spiritual sebagaimana manusia. Karena itu, penggunaan AI harus tetap berada dalam koridor etika, akhlak, dan nilai-nilai keislaman.
“AI bisa dimanfaatkan untuk hal positif maupun negatif. Tantangannya adalah bagaimana cara menggunakannya khususnya generasi muda dapat mengendalikan teknologi. Semua penggunaan AI ada konsekuensi moral yang harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Infokom MUI Tangsel, KH Azharul Fuad Mahfudz, mengatakan pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menekankan praktik langsung. Peserta ditargetkan mampu menghasilkan konten dakwah kreatif, khususnya video pendek berbasis AI, yang dapat disebarluaskan kepada masyarakat luas melalui media digital.
“Pelatihan ini kami rancang agar peserta langsung praktik, mulai dari perencanaan konten hingga produksi video dakwah pendek. Harapannya, lahir dai-dai digital dari kalangan Gen Z yang cakap teknologi namun tetap berakhlak,” ujarnya.
KH Azharul Fuad Mahfudz menambahkan, tujuan utama pelatihan ini adalah menghadirkan dakwah yang membawa kemaslahatan umat. AI diharapkan menjadi alat bantu untuk memperluas jangkauan dakwah, memperkuat pesan keislaman, serta menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar agama.
“Kami berharap AI menjadi sarana dakwah yang mencerahkan, mendidik, dan menyejukkan. Bukan sekadar mengikuti tren, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi umat dan menjadi bagian dari ikhtiar membangun peradaban yang lebih baik,” pungkasnya.
Hadir sebagai narasumber Komisioner Baznas Tangsel Dr Taufik Setyaudin. Hadir juga Ustad Aep Saepudin, serta Owner Vila Bumi Berkah, Ustad Abdul Kadir, Sekretariat MUI Tangsel, jajaran anggota Komisi Infokom MUI Tangsel serta para peserta yang berasal dari berbagai organisasi dan perwakilan MUI Kecamatan. (din).



