HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL- Dampak kebakaran gudang pestisida di Taman Tekno, Kecamatan Setu, Kota Tangsel pada Senin 9 Februari, membuat pejabat Pemkot Tangsel kerepotan menebar zat karbon aktif. Berfungsi menyerap zat kimia yang mencemari aliran sungai, Kamis (13/2/206).
Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan, bersama tim turun langsung menabur karbon aktif berwarna hitam yang dikemas dalam karung dan kantong-kantong plastik. Dari kejauhan mirip seperti pasir dengan warnah hitam pekat, berfungsi menyerap zat kimia di sepanjang sungai Jaletreng hingga Cisadane.
“Kami menabur karbon aktif di titik aliran pencemaran zat kimia yang ditimbulkan gudang pestisida terbakar. Ini berfungsi untuk menyerap dan menetralisir,” ujarnya.
Langkah ini akan dilakukan berulang kali. Supaya kondisi air sungai Jaletreng hingga Cisadane normal. Bahkan nantinya akan menebar bibit ikan agar ekosistem kembali normal.
“Akan terus berulang, ini bukan terkahir. Nanti juga akan kami tabur bibit ikan,” ujarnya.
Sebelum terjun ke sungai dengan perahu karet, rombongan meninjau lokasi kebaran. Di areal ini bau menyengat zat kimia menusuk hidung dan menyebabkan kepala pening. Termasuk mata berasap pedas. Setelah menyemprotkan cairan untuk mereduksi partikel kimia, tim bergerak ke Kali Jaletreng.
“Dari kesimpulan tadi, bahwa ini harus segera dilakukan langkah bagaimana sisa-sisa residu kebakaran itu harus segera diangkut dan diolah di tempat pengolahan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3),” tutup Pilar. (din).



