HARIANRAKYAT.ID, TANGSEL- FKUB Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengadakan kajian lintas agama di Lithang Bakti, Pondok Cabe, Pamulang, pada Senin, 24 November 2025.
Acara ini dimulai dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Kajian ini dimoderatori oleh Prof. Dr Thomas Kartomo dan disampaikan oleh JS. Kim Ceng.
Peserta kajian ini hadir Ketua FKUB Tangsel KH.Ahmad Sopian dan unsur pengurus FKUB Tangsel, penyuluh agama dan perwakilan berbagai agama yang ada di Tangerang Selatan.
Ketua FKUB menyampaikan ucapan terima maksih kepada pihak Lithang Bakti yang telah menyiapkan tempat kajian lintas agama pada kesempatan kajian ini. Dirinya berpesan agar tetap merawat hubungan antar manusia.
“Saya dari kecil sudah berhubungan dengan baik dengan warga khonghucu. Semoga resapan yang baik dalam ajaran setiap agama, serta kebaikan dan tata krama dalam hubungan dengan Tuhan dapat diamalkan pada kehidupan sehari hari,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut juga meminta kepada seluruh tokoh agama para Rohaniawan agar selalu membina seluruh umatnya. Tujuannya supaya peka dan rukun dalam keberagaman dalam perbedaan.
Dalam kajian tersebut, disampaikan pentingnya saling menghargai meskipun memiliki perbedaan agama. Selain itu, juga disampaikan tentang konsep perubahan dalam Yi yang bermula dari Taiji, Maha Kutub dan lahirnya Liang Yi. Konsep ini dapat diartikan sebagai prinsip dasar perubahan dan perkembangan dalam hidup.
Pernyataan itu menekankan pentingnya peran Tuhan dalam mencapai tujuan atau puncak pencapaian. Dalam banyak tradisi spiritual, termasuk Konfusianisme, Tian (Tuhan atau Surga) dianggap sebagai sumber dari segala sesuatu dan pedoman bagi manusia untuk hidup yang baik dan benar.
Dalam konteks ini, Tian tidak hanya dipandang sebagai kekuatan ilahi, tetapi juga sebagai prinsip moral dan etika yang mengatur alam semesta. Dengan memahami dan mengikuti jalan Tian, seseorang diharapkan dapat mencapai kebijaksanaan dan kesempurnaan.
Dengan kebenaran dan cinta kasih kesopanan dimana saja berada, dalam kesempatan ini dilakukan sesi tanya jawab oleh para peserta. (*).



