Media Sahabat Rakyat Versi penuh
Stock and Market

JAWA Penjualan Loyo, Laba Malah Melompat 109% di Kuartal III

Oleh Redaksi 02 Nov 2026 12:13 2 menit baca

EmitenTrust.com - PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp74,70 miliar hingga kuartal III 2026. Angka tersebut melonjak sekitar 109,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp35,62 miliar.

Namun, pertumbuhan laba tersebut terjadi di tengah penurunan penjualan. Emiten perkebunan ini mencatatkan penjualan sebesar Rp1,32 triliun sepanjang Januari–September 2026, turun 1,76% dibandingkan Rp1,34 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan laporan keuangan interim, laba kotor JAWA tercatat Rp162,13 miliar, terkoreksi 2,24% dari Rp165,85 miliar. Sementara itu, beban pokok penjualan turun 1,69% menjadi Rp1,16 triliun dari sebelumnya Rp1,18 triliun.

Dari sisi operasional, laba usaha perseroan justru turun 7,55% menjadi Rp106,62 miliar, dibandingkan Rp115,33 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Penurunan ini terjadi seiring kenaikan total beban usaha sebesar 9,90% menjadi Rp55,51 miliar.

Beban penjualan meningkat menjadi Rp27,37 miliar dari Rp23,92 miliar. Begitu pula beban umum dan administrasi yang naik menjadi Rp28,14 miliar dari Rp26,59 miliar.

Meski laba usaha melemah, laba sebelum pajak JAWA meningkat 69,69% menjadi Rp81,81 miliar dari Rp48,21 miliar. Salah satu penopangnya adalah keuntungan lain-lain bersih yang melonjak menjadi Rp108,35 miliar, dibandingkan Rp62,97 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, beban keuangan naik menjadi Rp133,19 miliar dari Rp130,14 miliar. Setelah dikurangi beban pajak tangguhan sebesar Rp5,88 miliar, perseroan membukukan laba neto tahun berjalan Rp75,92 miliar, meningkat 109,08% dari Rp36,31 miliar.