Garuda (GIAA) Siapkan Rights Issue Jumbo, Danantara Setor GMFI
EmitenTrust.com - Garuda Indonesia (GIAA) berencana menerbitkan maksimal 248,7 miliar saham baru melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) III atau rights issue.
Dalam aksi korporasi ini, Danantara Asset Management (DAM) akan menyetorkan modal bukan dalam bentuk uang tunai, melainkan melalui pengalihan 82,1 miliar saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) yang setara dengan 65,77% kepemilikan.
Berdasarkan keterbukaan informasi GIAA pada Rabu (4/11), saham baru yang diterbitkan merupakan saham Seri E dengan nilai nominal Rp25 per saham. Sementara itu, perkiraan harga pelaksanaan rights issue berada di kisaran Rp58-Rp68 per saham, mengacu pada hasil penilaian Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
Harga final pelaksanaan akan ditetapkan dan diumumkan lebih lanjut melalui prospektus setelah perseroan memenuhi ketentuan yang berlaku dan memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Aksi korporasi ini merupakan bagian dari program restrukturisasi dan penyehatan keuangan Garuda Indonesia periode 2025-2029. Melalui skema tersebut, DAM akan menggunakan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) yang dimilikinya dengan menyetorkan saham GMFI sebagai pengganti uang tunai.
Saham GMFI yang menjadi objek penyertaan sebelumnya telah dialihkan dari PT Angkasa Pura Indonesia (API) kepada PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, kemudian diteruskan kepada DAM. Proses pengalihan tersebut telah rampung pada 2 November 2026, sehingga DAM tercatat sebagai pemilik saham GMFI.