back to top
BerandaTangerang RayaJaker Ulas Tulisan Aji Susmana Lewat Buku, Menghadang Kubilai Khan

Jaker Ulas Tulisan Aji Susmana Lewat Buku, Menghadang Kubilai Khan

HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL- Jaringan Kebudayaan Rakyat (Jaker) menyuguhkan bedah buku “Menghadang Kubilai Khan”. Berlangsung di Gedung Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Tangsel, Jalan Ciater Raya, Ciater, Serpong, Kota Tangsel, Kamis (19/12/2024).

Nampak hadir pembicara inspiratif dari penulis buku, Aji Susmana; Wakil Ketua DPRD Banten, Yudi Budi Wibowo; Sejarawan Historia Tangsel, Agam Pamungkas; serta Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Tangsel, Chaerudin. Mereka membawa audiens menyelami nilai-nilai sejarah, kolaborasi budaya, dan relevansinya bagi tantangan masa kini.

Ketua panitia, Doni Mahendro, menyampaikan harapan besar dalam sambutannya. “Kebudayaan bukan hanya warisan, tetapi pondasi bagi peradaban. Melalui bedah buku ini, kami ingin membuka ruang diskusi yang dapat memperkuat identitas masyarakat sekaligus memperkaya apresiasi terhadap seni dan sastra,” ujarnya dengan penuh semangat.

Buku “Menghadang Kubilai Khan” mengangkat kisah besar tentang perjuangan seorang tokoh sejarah dunia yang mampu mengintegrasikan keberagaman budaya demi menciptakan kekuatan yang solid. Kisah ini menjadi refleksi penting bagi masyarakat modern: bagaimana keberagaman bisa menjadi sumber kekuatan, bukan perpecahan.

Plt. Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, Chaerudin, dalam sambutannya menegaskan pentingnya literasi sebagai kunci masa depan. “Membaca bukan hanya membuka cakrawala, tetapi juga membangun kreativitas dan inovasi yang menjadi modal utama generasi emas,” katanya.

Senada dengan itu, Yudi Budi Wibowo menyoroti antusiasme generasi muda yang memenuhi ruangan. “Di era teknologi yang semakin maju, budaya literasi dan diskusi menjadi penyeimbang penting untuk melawan individualisme. Mari kita bangun kebiasaan membaca dan berdialog untuk menciptakan masa depan yang lebih bermakna,” tuturnya.

Sementara itu, sejarawan Agam Pamungkas menyampaikan bahwa buku ini memiliki pelajaran penting yang relevan dengan tantangan global saat ini. “Cerita dalam buku ini mengajarkan bahwa kolaborasi budaya adalah kunci untuk menciptakan peradaban yang kokoh dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Ketua Umum Jaker, Anita, juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. “Kebudayaan lokal adalah kekuatan strategis yang harus terus dipelihara, terlebih di tengah modernisasi. Acara ini adalah langkah konkret untuk melestarikan seni dan tradisi kita,” tegasnya.

Acara ini bukan sekadar bedah buku, tetapi juga momen penting untuk membangun kembali kesadaran budaya dan literasi. Generasi muda Tangsel, yang hadir dengan penuh antusias, menunjukkan bahwa minat terhadap sejarah dan budaya masih kuat.

Dengan semangat yang membara, diskusi ini diharapkan menjadi awal dari serangkaian kegiatan serupa yang mampu memperkuat fondasi budaya dan pengetahuan bangsa, membawa kita lebih dekat menuju visi Indonesia Emas 2045. (din).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News