back to top
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1447 - 2025
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2025 - dan Tahun Baru 2026 2025
BerandaDaerahCuaca Ekstrem dan Banjir Ganggu Operasional KA, Jalur Sragi–Pekalongan Mulai Berangsur Normal

Cuaca Ekstrem dan Banjir Ganggu Operasional KA, Jalur Sragi–Pekalongan Mulai Berangsur Normal

HARIANRAKYAT.ID, MADIUN– PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya perjalanan kereta api akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa. Kondisi tersebut mengakibatkan genangan air di petak jalan Sragi–Pekalongan sehingga berdampak pada kelancaran operasional perjalanan kereta api.

Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, mengatakan bahwa kondisi cuaca ekstrem tersebut mengharuskan KAI melakukan penanganan dan pengaturan operasional khusus demi menjamin keselamatan perjalanan kereta api.

“Kondisi ini memerlukan penanganan dan pengaturan operasional khusus. Oleh karena itu, KAI memberlakukan rekayasa pola operasi untuk memastikan keselamatan perjalanan,” ujar Tohari.

Tohari menjelaskan, hingga pukul 01.30 WIB, genangan air di petak jalan Sragi–Pekalongan telah berhasil ditangani melalui proses pengangkatan material dan normalisasi jalur. Seluruh perjalanan kereta api selanjutnya sudah dapat melintas melalui jalur hulu maupun hilir dengan menggunakan lokomotif dinas masing-masing kereta.

“Mulai pukul 05.10 WIB, jalur Sragi–Pekalongan sudah dapat dilalui dengan pembatasan kecepatan maksimal 30 kilometer per jam, sembari dilakukan pemantauan intensif oleh petugas di lapangan,” tambahnya.

Meski demikian, akibat keterlambatan perjalanan yang cukup tinggi serta demi mengutamakan keselamatan dan kenyamanan pelanggan, KAI terpaksa membatalkan beberapa perjalanan kereta api yang melintasi wilayah Daop 7 Madiun pada Senin (19/1/2026). Kereta api yang dibatalkan antara lain KA Gajayana (KA 35) relasi Malang–Gambir dengan jadwal keberangkatan pukul 14.55 WIB, KA Gajayana Tambahan (KA 7001A) relasi Malang–Gambir pukul 18.25 WIB, serta KA Gajayana Tambahan relasi Gambir–Malang dengan keberangkatan pukul 00.10 WIB.

Tohari menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat pembatalan perjalanan kereta api yang berangkat awal dari wilayah Daop 7 Madiun.

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada pelanggan yang terdampak, KAI Daop 7 Madiun memberikan kompensasi berupa pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan. Pengajuan pengembalian dapat dilakukan paling lambat tujuh hari sejak tanggal pembatalan, baik bagi pelanggan yang tidak melanjutkan perjalanan akibat pembatalan, pengalihan rute, maupun rekayasa operasi, termasuk tiket terusan dan pulang-pergi.

Proses pengembalian bea tiket dapat dilakukan melalui loket stasiun atau Contact Center 121, baik melalui telepon maupun layanan VOIP pada aplikasi Access by KAI.

“Kami mengapresiasi pengertian dan kesabaran seluruh pelanggan. KAI Daop 7 Madiun akan terus menyampaikan perkembangan kondisi operasional secara berkala. Kami kembali memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat faktor cuaca dan kondisi alam,” pungkas Tohari. (lik).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News