HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL-Prestasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangsel mencatat ada kenaikan dalam pengumpulan zakat profesi. Dari sebelumnya Rp 19 juta menjadi Rp 150 juta dalam kurun waktu satu bulan.
Hal itu diungkapkan oleh Ketua Dewan Pengawas Baznas Tangsel H Dadang Raharja. Bahwa zakat profesi salah satu kewajiban bagi umat muslim. Hanya saja, sekarang belum maksimal yang dikelola melalui Baznas Kota Tangsel.
“Kami berkoordinasi dengan beberapa OPD, pertama bersama Kepala Kemenag Tangerang Selatan yang mempunyai komitmen cukup kuat melakukan terobosan. Alhamdulillah mengalami kenaikan cukup signifikan. Dari perbulan Rp 19 juta, menjadi Rp 96 juta lebih. Khusnsya di lingkungan Kemenag,” ujarnya, saat di temui di Lubana Sengkol, Setu Tangsel, Rabu (26/2/2025).
Sambung ia, di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Baznas juga menjalin koordinasi dengan petinggi serta pejabat dibawahnya. Termasuk mengundang seluruh kepala SD dan SMP baik negeri maupun swasta.
“Alhamdulillah yang kemarin masih sangat rendah setoran zakat profesinya, kisaran Rp 17 juta sekarang menjadi Rp 150 juta lebih,” imbuh ia.
Ini tidak terlepas kerja keras Komisioner Baznas serta semangat dari Dinas Pendidikan serius dalam meningkatkan optimalisasi zakat profesi. Di sisi lain, jumlah fakir miskin di Kota Tangsel masih cukup banyak, kurang lebih 34 ribu jiwa yang perlu dibantu melalui Baznas.
“Harapan kedepan melalui OPD-OPD yang belum optimal dalam pengumpulan zakat profesi ini, mudah-mudahan bisa mencontoh Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan dan Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan yang jumlah pegawainya relatif sedikit tapi bisa maksimal pengumpulan,” imbuhnya.
Sementara itu, Baznas Kota Tangsel dalam kurun waktu 2024 berhasil mengumpulkan zakat profesi, infak dan sedekah Rp 6 miliar. Target tahun 2025 diangka Rp 17 miliar.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kota Tangsel, H Ahmad Rifaudin berupaya untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat baik profesi maupun infak dan sedekah yang berasal dari seluruh pegawai di lingkungan Kemang. Dalam kurun satu bulan terakhir mengalami peningkatan cukup signifikan.
“Alhamdulillah ada kenaikan yang cukup signifikan. Tentu kiat-kiatnya memang bukan tanpa tantangan. Namun apapun itu, perlu memberikan contoh dan mengajak kepada teman-teman agar sama-sama untuk menjadi teladan untuk pegawai lain, sehingga kemudian mereka terbuka mau mengeluarkan zakat profesinya, dari yang sebelumnya kurang lebih Rp 19 juta kini menjadi Rp 96 juta per bulan,” beber ia.
Ketua Baznas Tangsel Mohamad Subhan mengaris bawahi, upaya selama ini secara gencar tanpa henti melakukan optimalisasi pengumpulan zakat profesi. melalui berbagai upaya dan bekerja sama dengan para pihak. Bahwa tugas Baznas sesuai dengan undang-udang tidak mengolah zakat tapi hanya mengumpulkan.
“Tapi sifatnya hanya mengumpulkan dan menyalurkan saja. Jadi kami tidak mengolah zakat (uang) yang masuk untuk dikembangkan, tapi langsung didistribusikan kembali,” jelasnya. (din).



