HARIANRAKYAT.ID, BOGOR – Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dinilai abai dan tutup mata terhadap kondisi Jalan Raya Parung–Salabenda yang rusak parah dan dipenuhi lubang. Jalan ini menjadi urat nadi aktivitas warga berubah menjadi jalur maut, dengan korban kecelakaan terus berjatuhan, diperparah minimnya penerangan jalan.
Kondisi memprihatinkan tersebut kembali memakan korban pada Kamis (22/1/2026) malam. Dikutip dari akun Instagram @infoparung, seorang pengendara motor terjatuh hingga kendaraannya masuk ke kolong angkutan kota. Insiden itu terjadi tepat di depan PT Sierad, Jabon, Parung.
Peristiwa tersebut langsung memicu ledakan kemarahan warganet. Pemilik akun nifaharistiana menyoroti buruknya kualitas perbaikan jalan.
“Lubang dari Parung sampai Salabenda full. Dibenerin tapi pas hujan, belum nempel sudah buyar lagi aspalnya. Minimal kasih lampu biar kelihatan lubangnya, ini lubang semua tapi lampu nggak ada,” tulisnya.
Nada lebih keras datang dari akun syauqi_rmdhn yang menyindir tajam kinerja pemerintah daerah.
“Bayar pajak cuma buat bikin bagus Cibinong,” tulisnya singkat namun menyengat.
Kekesalan serupa diungkapkan akun vinnaadha.
“Buset, pemerintah pada tidur semua kayaknya,” tulisnya.
Komentar paling menyayat datang dari akun lalaaaa.18, yang mengungkap korban jiwa akibat jalan rusak tersebut.
“Tanggal 9 Desember adik saya jatuh di situ karena lubang juga, sempat dibawa ke RS dan akhirnya Allah panggil. Tolong jalannya dibenerin, jangan ada korban lagi,” tulisnya dengan nada duka.
Sementara itu, akun detdetdotdutdit menegaskan bahwa korban bukan hal baru.
“Udah banyak yang mati, masih nggak ada tindakan ya? Tolong sentil Pemda/Pemkot Bogor,” tulisnya.
Di sisi lain, akun sinta_fatimah27 menyebutkan bahwa Jalan Raya Parung–Kemang merupakan jalan nasional dan berada di bawah kewenangan Kementerian PUPR. Namun alasan tersebut dinilai tidak bisa dijadikan pembenaran untuk pembiaran.
Pengguna jalan Riyandi (35) menilai pemerintah daerah tetap memiliki tanggung jawab moral dan administratif.
“Pengguna jalan mana tahu ini jalan nasional atau jalan daerah. Yang punya akses komunikasi kan pemerintah setempat. Meski bukan kewenangan langsung, Pemda seharusnya aktif berkoordinasi. Yang dirugikan masyarakat, sementara kewajiban bayar pajak sudah dilakukan,” ujarnya kesal.
Titik Kerusakan
Pantauan di lokasi titik rusak parah dari arah Parung ke Salabenda: putaran dekat Lebak Wangi, di depan Transit, PT Sierad, di depan Perumahan Batavia hingga dekat Pendopo 45, di depan RS Sentosa, di depan Kopassus, sebrang timbangan hingga depan sekolah dekat perumahan Pandan Vale.
Jalur dari Salabenda hingga Parung,.
Depan timbangan rusak parah, putaran setelah Bilabong, setelah RS Sentosa, setelah Pendopo 45, sebrang Batavia, depan Ponpes Darul Muttaqin, dan sebagian titik kearah Parung. (din).




Perbaikan terus dilakukan, tapi setelah diperbaiki hanya beberapa hari pasti rusak lagi, hal ini disebabkan kualitas aspal KW 10 bkn KW 1. Apakah ini dilakukan biar ada proyek jalan terus, didikorupsi dananya. Apakah juga sebanding dengan korban/ bahkan ada nyawa yg hilang. Hai para petinggi dan pejabat Pemda Bogor dmn kah hati nurani mu. Mungkin kita harus kasih tahu ke KDM agar semua di tegur oleh KDM.
Perbaikan terus dilakukan, tapi setelah diperbaiki hanya beberapa hari pasti rusak lagi, hal ini disebabkan kualitas aspal KW 10 bkn KW 1. Apakah ini dilakukan biar ada proyek jalan terus, dikorupsi dananya. Apakah juga sebanding dengan korban/ bahkan ada nyawa yg hilang. Hai para petinggi dan pejabat Pemda Bogor dmn kah hati nurani mu. Mungkin kita harus kasih tahu ke KDM agar semua di tegur oleh KDM.