back to top
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1447 - 2025
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2025 - dan Tahun Baru 2026 2025
BerandaDaerahPonpes Wali Barokah Ditinjau Setwapres RI Atas Capaian Turunkan Stunting

Ponpes Wali Barokah Ditinjau Setwapres RI Atas Capaian Turunkan Stunting

HARIANRAKYAT.ID, KEDIRI — Tim Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) RI melakukan kunjungan kerja ke Kota Kediri untuk meninjau langsung pelaksanaan program penurunan stunting yang dijalankan Pemerintah Kota Kediri, khususnya di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kamis (27/11/2025).

Kunjungan ini dilaksanakan untuk mempelajari keberhasilan Kota Kediri yang baru saja meraih peringkat kedua nasional sebagai kabupaten/kota dengan kinerja terbaik dalam penanganan stunting.

Tenaga Ahli Advokasi Kebijakan Publik Setwapres, Ali Sadikin, menjelaskan bahwa pihaknya ingin memastikan implementasi program penurunan stunting berjalan efektif mulai dari level dasar.

“Hasil di lapangan Alhamdulillah semua berjalan dengan baik. Dari tingkat bawah, di posyandu, para kader ibu-ibu menjelaskan langkah-langkah penanganan, termasuk tindakan bagi bayi maupun orang tua yang berpotensi mengalami stunting,” ujarnya.

Ali juga menyoroti perkembangan signifikan di Posyandu Seruni Pondok Pesantren Wali Barokah.

“Dari yang sebelumnya kasus berada di angka 20-an, kini turun menjadi 14. Artinya sekitar 10 anak sudah terbebas dari stunting. Ini perkembangan yang sangat bagus,” tambahnya.

Pemerintah berharap Kota Kediri terus meningkatkan capaian, terutama pada indikator yang masih memerlukan perhatian seperti imunisasi dasar, pemberian ASI eksklusif, dan pemenuhan MPASI. Ketiga indikator ini dianggap penting untuk menjaga kesinambungan penurunan angka stunting.

Dari sisi pendanaan, Setwapres menilai alokasi anggaran Kota Kediri sudah cukup proporsional.

“Dari tracking anggaran bersama Kemendagri, Kota Kediri sudah menyesuaikan alokasi sesuai angka stunting. Ke depan kami berharap dapat ditingkatkan lagi, meskipun ada kendala efisiensi dari pemerintah pusat. Namun dukungan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) diharapkan menjadi solusi bagi program yang terdampak efisiensi,” jelasnya.

Secara nasional, angka stunting masih berada di kisaran 19 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut dapat ditekan hingga di bawah lima persen pada tahun 2030. Namun, penurunan yang baru sekitar satu persen per tahun membuat percepatan menjadi sangat diperlukan melalui pembentukan tim khusus.

Evaluasi pemerintah menunjukkan bahwa belum optimalnya konvergensi program menjadi faktor utama lambatnya penurunan stunting. Karena itu, Kemendagri terus mendorong pemerintah daerah untuk menyusun analisis kebutuhan dan penganggaran yang lebih tepat sasaran sesuai indikator kunci dalam dimensi stunting.

Kepala Dinas DP3AP2KB Kota Kediri, dr. Muhammad Fajri Mubasysyir, menegaskan bahwa upaya penurunan stunting memerlukan kolaborasi seluruh lini.

“Kalau kita bicara stunting, itu bukan hanya urusan kesehatan atau DP3AP2KB, tapi semua lini karena kita bicara sanitasi, konsumsi, dan banyak faktor lainnya,” jelasnya.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 700 balita stunting dari total 14.000 balita di Kota Kediri.

Sementara itu, Pengurus Pondok Pesantren Wali Barokah, KH. Sunarto, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim Setwapres. Ia menjelaskan bahwa Posyandu Seruni sejak lama berkomitmen mendukung program pemerintah dalam penanggulangan stunting. Komitmen tersebut semakin meningkat berkat hadirnya SPPG di BMG Pondok Pesantren Wali Barokah.

“Alhamdulillah, dalam beberapa tahun terakhir tidak ditemukan gejala yang mengarah pada terjadinya stunting di lingkungan pondok pesantren,” ujarnya.

Adapun Tim Setwapres yang hadir dipimpin oleh Siti Alfiah (Plt. Asdep Kesehatan, Gizi dan Pembangunan Keluarga/KGPK), didampingi oleh Iing Mursalin (Team Leader), Alie Sadikin (Tenaga Ahli Advokasi), Kuswan (Tenaga Ahli Pengelolaan Pengetahuan), dan Joko Yulianto (Staf Administrasi) dari Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sekretariat Wakil Presiden. (lik).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News