HARIANRAKYAT.ID- Rumah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang sangat penting. Rumah sehat adalah tempat tinggal yang dapat memenuhi kebutuhan fisiologis serta psikologis penghuninya, memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit serta pencegahan terjadinya kecelakaan. Sebagai salah satu upaya dalam pemenuhan pengetahuan Warga Villa Mutiara terkait rumah sehat dan layak huni, maka Program Sudi Teknik SIpil Universitas Pembangunan Jaya berinisiasi mengadakan pendampingan terkati rumah sehat dan layak huni.
Adapun topik pertama yang disampaikan pada kegiatan pendampingan adalah mengenai kriteria rumah sehat dan layak huni secara fisiologis dan psikologis. Materi tersebut disampaikan oleh Ir. Fredy Jhon Philip,S.T.,M.T selaku Dosen Teknik Sipil UPJ. Secara fisiologis, rumah sehat dan layak huni terbebas dari kebisingan yang menganggu, pencahayaan yang cukup, serta ruang Gerak yang cukup. Sedangkan secara psikologis, rumah sehat dan layak huna memiliki privasi yang terjaga dan komunikasi yang sehat antar penghuni rumah.
Materi selanjutnya disampaikan oleh Ir. Galih Wulandari Subagyo, S.T.,M.T selaku Dosen Teknik Sipil UPJ. Materi yang dibawakan mengenai kriteria rumah sehat dan layak huni berdasarkan regulasi pemerintah. Berdasarkan Keputusan Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah Nomor:403-2002, terdapat tiga kriteria utama yaitu kebutuhan minimal massa (penampilan) dan ruang (luar-dalam), kebutuhan Kesehatan dan kenyamanan, serta kebutuhan minimal keamanan dan keselamatan.
Kebutuhan akan tempat tinggal semakin meningkat seiring terus bertambahnya jumlah penduduk. Namun, pertambahan jumlah penduduk tersebut tidak sebanding dengan luasan lahan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan akan tempat tinggal bagi penduduk di kawasan tersebut.
“Terbatasnya luasan lahan mengakibatkan rumah terasa sesak karena pengaturan ruang dan perabot yang tidak efisien. Untuk mengoptimalkan fungsi hunian yang mampu mewadahi segala aktivitas pengguna pada hunian dengan lahan yang terbatas maka diperlukan sebuah desain yang efisien. Desain yang efisien tersebut mencakup aspek luasan dan aspek fungsi, yang mana dengan luasan yang minimum mampu difungsikan secara optimal dalam memenuhi aktivitas penggunanya.” ujar Rizka Arbaningrum, S.T.,M.T selaku Dosen Teknik Sipil UPJ saat menyampaikan terkait materi yang ketiga.
Kegiatan pendampingan pemenuhan rumah sehat dan layak huni yang berlangsung pada akhir bulan September 2025 berlangsung penuh antusias dari warga perumahan Villa Mutiara, terkhusus kelompok pengajian ibu-ibu yang berpartisipasi aktif selama kegiatan. Peserta kegiatan tersebut menyimak materi dengan baik serta turut memberikan pendapat terkait pemenuhan kondisi perumahan tehadap kriteria rumah sehat dan layak huni.
Diharapkan sebagai tindak lanjut dari kegiatan pendampingan Masyarakat dalam mewujudkan rumah sehat dan layak huni, rencana tahap selanjutnya difokuskan pada upaya yang lebih aplikatif, berkelanjutan, dan melibatkan partisipasi aktif Masyarakat.



