back to top
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1447 - 2025
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2025 - dan Tahun Baru 2026 2025
BerandaTangerang RayaSilaturahmi dan Ilmu: Camat Ciputat dan Lurah Perdalam Kitab Kuning Bersama MUI

Silaturahmi dan Ilmu: Camat Ciputat dan Lurah Perdalam Kitab Kuning Bersama MUI

HARIANRAKYAT.ID, CIPUTAT – Aura kebersamaan begitu terasa di Aula Kecamatan Ciputat, Senin pagi (29/9/2025). Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan kembali menggelar Kajian Kitab Kuning, sebuah tradisi keilmuan Islam yang terus dijaga sebagai upaya memperdalam pemahaman agama di tengah masyarakat modern.

Hadir dalam majelis penuh keberkahan itu, Asisten Daerah (Asda) Satu Kota Tangsel, H. Chaerudin, Ketua Umum MUI Kota Tangsel KH. Saidih, Pengampu Kitab Tajul Arus DR. KH. Sobron Zayyan, Sekretaris Umum MUI Kota Tangsel DR Abdul Rojak, dan Pengampu Kitab Isti’daad Li Yamil Ma’aad Dr H Ahmadi Akbar LC serta Camat Ciputat H. Mamat para jajaran, lurah serta para kasi se Kecamatan Ciputat.

H Chaerudin menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang mendalam. Menurutnya, kajian kitab kuning bukan sekadar tradisi, melainkan upaya membangun kesadaran beribadah sesuai tuntunan syariat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, bukan hanya bagi saya pribadi, tetapi juga untuk masyarakat, khususnya para ASN di Kecamatan Ciputat. Kajian ini menjadi sarana memperkuat pemahaman agama sekaligus mempererat silaturahmi. Saya yakin, banyak ASN Pemkot Tangsel yang akan berminat mengikuti kegiatan seperti ini,” tutur Chaerudin.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Tangsel KH. Saidih menekankan bahwa program kajian kitab kuning adalah ikhtiar untuk meneguhkan kembali pondasi keilmuan Islam di kalangan ASN maupun masyarakat luas.

“Alhamdulillah, kajian ini adalah wasilah yang baik. Apa yang diprogramkan MUI Kota Tangsel Insya Allah akan membantu memperkuat pemahaman keagamaan ASN. Kami pun berterima kasih atas dukungan Pemkot Tangsel yang terus membersamai langkah dakwah ini,” ungkap KH. Saidih.

Lebih jauh, KH. Saidih menegaskan misi utama MUI adalah menjadi pelayan terbaik bagi umat. Baginya, kajian kitab kuning adalah sarana efektif untuk menghubungkan hati, menjalin ukhuwah, sekaligus memperdalam khazanah keilmuan Islam.

“Melalui kajian ini, kita berharap dapat menghidupkan tradisi keilmuan ulama salafus shalih, yang menjadi pijakan umat dalam menapaki kehidupan. Inilah cara terbaik menjaga agama sekaligus membangun persatuan,” pungkasnya. (din).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News