HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL- Mimbar Sarasehan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Tangsel berlangsung di Green House Kelompok Tani Alap Daun Ciater, Serpong Kota Tangsel, Jumat (12/7/2024).
Para kelompok tani yang ada di wilayah Serpong turut hadir, termasuk seluruh RT dan RW serta Kelurahan Ciater, Lurah Ciater, Camat Serpong Syaifuddin, Staf Ahli Pemkot Tangsel Imam Mahendra, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah Kecamatan Serpong Dika Meylanasari dan Kabid Pertanian dan Peternakan Virgo Agustinus, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tangsel Yepi Suherman dan Walikota Tangsel Benyamin Davnie.
Walikota Tangsel Benyamin Davnie dihadapan para perwakilan dari berbagai kelompok tani yanga ada di Serpong menyampaikan semoga yang hadir pada sarasehan dalam keadaan sehat. Dirinya berharap kelompok tani menjadi pionir, baik untuk tanaman pangan, tanaman hias, perikanan dan peternakan, dalam mencukupi kebutuhan internal.
“Sektor pertanian sangat strategis. Maka dalam beberapa tahun kebelakang Pemkot Tangsel mendorong dengan memberikan bantuan serta mempermudah akses dengan irigasi dan kegiatan promosi melalui berbagai pameran hasil pertanian,” ujarnya.
Posisi Kota Tangsel sebagai kota urban sangat mengandalkan pasokan dari daerah, baik itu sayuran, beras, gula dan ragam jenis kebutuhan dasar lainnya. Di sisi lain juga menipisnya lahan menjadi penyumbang langkanya pertanian. Solusinya urban farming untuk bisa mencukupi kebutuhan keluarga, berupa sayur mayur dengan memanfaatkan lahan yang ada dinilai sangat efektif.
“Kami menyadari masih banyak tantangan di antaranya perubahan iklim dan minimnya lahan akibat urbanisasi serta minat petani muda sangat sedikit. Urban farming menjadi inovatif tidak hanya meningkatkan produksi tapi juga memberikan manfaat lain bagi penghijauan dan kualitas udara,” tambah ia.
Seiring dengan perkembangan digital, para petani diharapkan dapat beradaptasi. Dengan memanfaatkan berbagai aplikasi digital untuk mengembangkan hasil olahan tani agar bisa bernilai jual.
“Kami mengajak para kelompok tani mengikuti perkembangan digital dalam meningkatkan produktivitas produk tani dengan memanfaatkan digital dalam berbagai platform,” sarannya.
Demikian disampaikan Kepala DKP3 Kota Tangsel Yepi Suherman, bahwa Tangsel sebagai kota konsumtif semua kebutuhan didrop dari luar Tangsel. Tangsel sangat tergantung dengan daerah lain. Gerakan tani bisa lewat Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Poktan bisa mengunakan lahan fasilitas umum (fasum) baik milik masyarakat, milik pemerintah maupun swasta untuk dapat manfaatkan.
“Mari kita bangun kemajuan Kota Tangsel dengan berbagai hal utamanya pada sektor pertanian. Pemerintah Kota Tangsel harus didukung semua pihak. Untuk para petani jangan pernah merasa takut, kita bersama-sama untuk memajukan pertanian di Kota Tangsel,” ujarnya.
Sementara Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Tangsel M Awaludin menyampaikan harapan besar meningkatkan kualitas petani di Tangsel. Meski kuantitasnya sangat sedikit, jangan sampai yang sedikit ini kurang diperhatikan dari pemerintah.
“Kami ingin kesejahteraan petani meningkat. Karena sering kali petani kesannya bajunya kotor, robek dan sengsara. Jangan hanya yang makmur para calo. Mudah-mudahan kedepan memaksimalkan komoditi kita,” tegasnya.
Benyamin sempat meninjau berbagai tanaman yang dikelola Kelompok Tani Alap Daun seperti gelombang cinta, janda bolong, dan berbagai jenis tanaman pilihan lainnya. Perwakilan kelompok tani juga memberikan oleh-oleh kepada Benyamin berupa kacang panjang dan kacang tanah. Usai menerima oleh-oleh menyampaikan ucapan terima kasih nantinya bisa dibuat gado-gado. (din).



