HARIANRAKYAT.ID, Jakarta — Di tengah dominasi riset AI yang berfokus pada Al-Qur’an dan hadis, Artificial Intelligence Literacy and Innovation Institute menghadirkan pendekatan berbeda: melatih AI dari kitab turats klasik.
Bersama Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tim yang dipimpin Khadijah Hulliyah dan Kamal Fiqry Musa berhasil melakukan fine-tuning model pada Mizan al-I’tidal karya Imam Adz-Dzahabi.
Secara teknis, model dilatih menggunakan pendekatan efisien (PEFT-LoRA) dan menunjukkan performa signifikan dengan penurunan loss hingga 84,6 persen.
Namun lebih dari sekadar capaian teknis, proyek ini membawa misi besar: menjaga keberlanjutan ilmu hadis dalam ekosistem digital.
Ke depan, pengembangan akan diperluas ke manuskrip Nusantara, membuka jalan bagi lahirnya ekosistem Islamic NLP berbasis warisan intelektual Islam. (*).



