HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL-Kekhawatiran orangtua terhadap anak di era digital ini hampir sama. Muncul rasa was-was dampak negatif yang timbul. Namun seolah tak bisa berbuat banyak bagi orangtua, bahkan kerap kali kalah tindakan dan ucapan dengan anak.
Melihat kondisi yang mengkhawatirkan, Yayasan Griya Yatim Dhuafa (GYD) mengadakan seminar parenting tentang “Mengawal Tumbuh Kembang Anak di Era Digital”. Berlangsung di Gedung Graha Widya Bhakti, Kawasan Brin, Setu Kota Tangerang Selatan, Sabtu , (9/9/2023).
Ketua Yayasan Griya Yatim dan Dhuafa, Engkus menyampaikan pihaknya merasa bahagia dapat menyelenggarakan seminar parenting dengan peserta sekitar 500 orang. Betapa pentingnya pengetahuan tentang bagaimana mencetak generasi ke depan agar menjadi penerus bangsa yang berkarakter dan berintegritas.
“Acara ini memperlihatkan betapa peduli dan berkomitmen memberikan yang terbaik bagi generasi penerus. Anak-anak adalah harapan masa depan. Dan Pendidikan yang baik adalah pilar utama membangun masa depan,” ujarnya.
Penting bagi para orangtua, bahwa tugas mendidik anak bukan suatu hal yang ringan. Ia adalah tanggung jawab besar yang membutuhkan kesabaran, cinta dan pengetahuan yang mendalam.
“Di tengah informasi dan budaya yang begitu cepat, kita dituntut untuk belajar dan adaptasi agar dapat memberikan panduan yang relevan kepada anak-anak,” tambah ia.
Yayasan GYD selama ini memiliki komitmen yang kuat, untuk mendukung program pendidikan secara holistik. Maka berupaya terus menerus berkolaborasi dalam kebaikan bersama para dermawan, masyarakat dan pemerintah dalam bahu membahu mewujudkan anak-anak yatim dan dhuafa.
“Kami percaya bahwa pendidikan bukan hanya pembelajaran di sekolah. Tetapi juga melibatkan pembentukan karakter, nilai-nilai dan moral, serta kemampuan beradaptasi dalam lingkungan yang beragam,” harapnya.
Itulah mengapa GYD menyelenggarakan parenting dengan menghadirkan Pakar Psikolog Anak dan Keluarga, Bunda Elly Risman. “Oleh karena itu kami berusaha menyelenggarakan acara seperti ini, guna memberikan dukungan bapak dan ibu dalam menjalankan peran mulia sebagai orangtua,” imbuh ia.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Tangsel, Nazmudin menyampaikan Pemkot Tangsel mendukung acara parenting ini. Dinsos juga sangat terkait dengan tugas dari Yayasan GYD yatim maupun dhuafa. Dirinya berpesan agar yayasan yang fokus pada yatim dan dhuafa di Tangsel tetap memegang kepercayaan.
“Kami mengapresiasi kepada GYD dengan kiprah dan peran dalam pemberdayaan masyarakat. Baik yatim dan dhuafa. Kami sangat bersentuhan dengan apa yang ditangani oleh GYD. Kami banyak menampung dan menerima pengiriman dhuafa. Orangtua yang terlantar tidak diurus oleh keluarganya. Diharapkan pengurus yayasan dapat menjalankan amanah dari umat. Dan Pemkot menilai dari ratusan yayasan di Tangsel tergolong amanah,” ujar Nazmudin.
Bunda Elly Risman menyampaikan hidup di era digital, orangtua harus siap. Jika tidak siap dan beradaptasi, maka generasi penerus akan mengkhawatirkan. Maka ia mengajak untuk melakukan gerakan mengenali diri sendiri. Jangan mudah menuding atau menyalahkan orang lain kepada istri atau kepada suami.
“Gerakan menengok ke dalam diri sendiri. Kedua orangtua harus siap mengawasi anak atau harus siap hidup diera digital. Kalau tidak siap, babak belur generasi bangsa,” ujar Alumni Universitas Indonesia.
Lalu bagaimana dapat menyelamatkan anak untuk generasi kedepan. Maka perlu mengerti dan mengawal tumbuh kembang anak. Tujuannya agar anak optimal baik fisik, mental, sosial dan moral. Sehingga dapat melakukan deteksi dini terhadap kelainan jika terjadi pada anak.
“Dengan demikian mampu melakukan penanganan yang efektif dan komprehensif serta melakukan langkah pencegahan bila terjadi keterlambatan atau penyimpangan tumbuh kembang,” tambah ia.
Menurutnya, aspek-aspek perkembangan anak berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 137 tahun 2013 terdiri beberapa poin. Meliputi nilai agama dan moral, fisik, motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional dan seni. Sedangkan faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak terdiri dari dua hal. Pertama faktor bawaan atau keturunan. Kedua faktor lingkungan, karena keterlibatan ayah ibu, terlebih pada era digital saat ini.
Enam faktor penting mempengaruhi tumbuh kembang anak, pertama kehadiran, keterlibatan dan pola asuh anak. Karena pola asuh anak memberikan gadget di bawah usia lima tahun berdampak pada perkembangan fisik dan otak.
“Dampak gadget sangat berbahaya bahkan sejak dalam kandungan. Maka sebaiknya anak terbebas dari gadget 0 hingga 7 tahun, sebab sinar biru mengganggu cairan pada otak. Dengan demikian hormon pertumbuhan kurang cukup akibat kurang tidur pada anak,” tutupnya. (din).
| BalasTeruskan |



