Wujudkan Kekompakan Antar Pesilat, Jadi Bahasan Program TMMD, Begini Pesan Kompol Mukhlason
\nKOTA KEDIRI, Tema \"Pencak Silat Bukan Aksi, Tapi Berperan Dalam Membangun Negeri, Guyup Rukun Sak Lawase\"\n\n\n\nTema di atas menjadi rangkaian kegiatan TMMD ke 117 Kodim 0809/ Kediri. Be...
KOTA KEDIRI, Tema \"Pencak Silat Bukan Aksi, Tapi Berperan Dalam Membangun Negeri, Guyup Rukun Sak Lawase\"
\n\n\n\nTema di atas menjadi rangkaian kegiatan TMMD ke 117 Kodim 0809/ Kediri. Berlangsung di Posko TMMD Dusun Lebak Tumpang, Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa (25/7/2023) malam.
\n\n\n\nKapolsek Mojoroto Kompol Mukhlason mengatakan, kehadirannya untuk mewakili Kapolres Kediri Kota AKBP Teddy Chandra.
\"Kedatangan saya di acara ini untuk mewakili Bapak Kapolres Kediri Kota,\" kata Kompol Mukhlason.
\n\n\n\nPerwira satu melati itu juga menyinggung masalah konvoi arak - arakan pesilat yang terjadi selama ini di ruas jalan raya.
\n\n\n\nDirinya bakal menindak tegas setiap kegiatan yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polsek Mojoroto.
\n\n\n\n\" Saya yakin dan percaya bahwa semua perguruan pencak silat itu mengajarkan kebaikan kepada warga dan siswanya. Tidak setuju dengan adanya konvoi liar yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas,\" ujarnya.
\n\n\n\nSetiap ada event acara perguruan silat manapun di Kediri terutama di wilayah hukum Mojoroto, akan melarang pesilat dari perguruan manapun masuk ke lokasi acara itu digelar, begitu juga sebaliknya.
\n\n\n\n\" Berulang kali saya sampaikan, pesilat dari luar daerah tidak boleh masuk lokasi acara bila ada acara kegiatan yang digelar oleh perguruan silat di Kediri, khususnya di wilayah Kecamatan Mojoroto,\" jelasnya.
\n\n\n\nPihaknya mencontohkan, salah satunya saat ada acara di Padepokan PSHT yang berada di Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri pada Minggu malam kemarin (23/07).
\n\n\n\nSeluruh anggota maupun warga dari luar daerah tidak dibolehkan masuk ke lokasi kegiatan.
\n\n\n\nMantan Kapolsek Krian itu juga menyampaikan bahwa perbedaan itu adalah rahmat. Maka mengingatkan jangan ada permusuhan karena perbedaan perguruan pencak silat.
\n\n\n\n\"Kita ini bersaudara, semua saudara, tanpa kecuali. Tanamkan falsafah Bhineka Tunggal Ika, di hati kita semua,\" pesannya.
\n\n\n\nSenada dengan itu, Kepala Kesbangpol Kota Kediri Bagus Hermawan Apriyanto mengajak kepada yang hadir di acara tersebut untuk bersama-sama menjaga kekompakan, persatuan dan wawasan kebangsaan.
\n\n\n\n\"Samakan persepsi di hati masing-masing rekan-rekan perguruan, bagaimana kita menyikapi perbedaan, dan yang mana perbedaan itu adalah rahmat dan berkah dari Allah SWT,\" kata Bagus.
\n\n\n\nDia juga menyinggung soal tidak adanya kejadian signifikan yang terjadi di Kota Kediri saat ada acara yang digelar oleh Perguruan Silat dalam beberapa pekan terakhir ini. Di sini pihaknya mengaku merasa sangat bersyukur, dia juga berharap ke depannya bisa lebih baik lagi.
\n\n\n\nKomandan Kodim 0809/ Kediri Letkol Inf Aris Setiawan menjadi salah satu pemateri mengajak seluruh perguruan Pencak Silat untuk saling bergandengan tangan, guyub rukun untuk mewujudkan Kediri yang aman, tertib dan kondusif.
\n\n\n\nDirinya menyinggung perihal kegiatan pengesahan warga baru salah satu perguruan silat yang berlangsung kemarin yang dapat berjalan dengan baik, lancar, tertib, dan aman.
\n\n\n\n\"Alhamdulillah acara pengesahan warga baru bagi perguruan pencak silat yang dilaksanakan pada hari Minggu kemarin bisa berjalan baik, lancar, tertib, dan aman,\" kata Letkol Aris.
\n\n\n\nSelain para pemateri, para perwakilan dari seluruh Perguruan Pencak Silat yang hadir juga memberikan pandangan dan pendapatnya tentang sikap yang harus dimiliki oleh setiap pesilat untuk mewujudkan kerukunan dan guyub rukun baik sesama perguruan maupun antar perguruan.
\n\n\n\nMasing - masing perwakilan perguruan silat memberikan pandangannya, rata - rata pandangan mereka diambil dari Filosofi ajaran perguruannya. Baik dari Pagar Nusa, GASMI, Persinas ASAD, IKS PI Kera Sakti, PSHT, Porsegal, Perguruan Merpati Putih, Perguruan Perisai Diri, Perguruan Inti Sari Ilmu, dan Perguruan Tapak Suci, semuanya memberikan pandangannya masing-masing.
\n\n\n\nDi acara tersebut, Ketua IPSI berharap Dandim dan Kapolres mengadakan acara kejuaraan lagi, alasannya untuk mencegah perkelahian.
\n\n\n\nPihaknya juga menyatakan dukungannya langkah - langkah yang diambil TNI - POLRI dalam mewujudkan Kamtibmas yang kondusif, khususnya di wilayah Kota maupun Kabupaten Kediri.
\n\n\n\nHadir dalam acara tersebut antara lain Danramil 0809/07 Ngadiluwih, Kapten Inf Nanang Mashuri, Danramil 0809/ 19 Pagu, Kapten Inf Komsa Budi M, Pasiter Kodim 0809/Kediri, Lettu Inf Iskak.
\n\n\n\nPasi Intel Kodim 0809/ Kediri, Lettu Inf Dwi Agus, Danramil 0809/04 Ngasem, Lettu Inf Rahmad Santoso, Kabid Trantib Satpol PP Kota Kediri, Agus Dwi Ratmoko.
\n\n\n\nKetua IPSI Kota Kediri, Siswanto, Ketua IPSI Kabupaten Kediri, Nurbaedah, Sekum KONI Kota Kediri, Sri Wibowo, Koordinator Satgas Kecamatan Mojoroto, Abdur Rahman. Perwakilan seluruh Perguruan Pencak Silat yang berada di Kota maupun Kabupaten Kediri.(lik).
\n