Tangsel Sabet Juara di Double Open Petanque Tournament, Hadiah Rp10 Juta Warnai Anniversary ke-19 Ketua FOPI
\nAroma kompetisi memanas di Lapangan Petanque, Pondok Aren, Tangsel. Sebanyak 64 tim dari penjuru Jabodetabek bertarung ketat dalam ajang Double Open Petanque Tournament ya...
Aroma kompetisi memanas di Lapangan Petanque, Pondok Aren, Tangsel. Sebanyak 64 tim dari penjuru Jabodetabek bertarung ketat dalam ajang Double Open Petanque Tournament yang digelar Minggu (13/7/2025).
\n\n\n\nTuan rumah Tangsel sukses mencuri perhatian dengan mengunci gelar juara pertama, memanaskan atmosfer jelang Porprov 2026.
\n\n\n\nDi balik riuh pertandingan, Ketua Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Tangsel Denas Budiman menyampaikan bahwa turnamen ini bukan sekadar unjuk gigi, namun juga ajang pembinaan dan uji mental bagi 16 atlet binaan.
“Target utama kami adalah membentuk mental juara lewat pertandingan terbuka. Ini juga jadi bentuk rasa syukur saya dan istri dalam merayakan 19 tahun pernikahan dengan total hadiah Rp10 juta!†ungkap Denas.
\n\n\n\nMeski podium utama diraih, evaluasi tetap dilakukan. Denas menegaskan perlunya peningkatan dari sisi jam terbang dan konsistensi latihan. Apalagi, pesaing dari wilayah lain seperti DKI dan Bogor diketahui berlatih intensif setiap hari.
\n\n\n\n“Skill atlet kita bagus, tapi pengalaman dan mental saat bertanding perlu digenjot. Dukungan orang tua juga penting,†tambahnya.
\n\n\n\nDenas bersama sang istri Dika Meylanasari turut menyerahkan hadiah kepada para juara, dengan nilai Rp 4,5 juta untuk juara pertama yang diraih oleh Club Tangsel, Rp 2,5 juta untuk juara kedua diraih dari Club Bogor dan juara tiga bersama masing-masing mendapatkan Rp 1,5 juta diraih Serang dan Jakarta.
\n\n\n\nTurnamen ini turut dihadiri oleh Ketua Umum KONI Tangsel, Letkol Purn TNI Hamka Handaru, serta Sekretaris FOPI Banten, Fajar Dwiyana. Semangat kompetisi terasa membara, apalagi dengan partisipasi klub-klub elite dari Depok, Kalideres hingga Jakarta Selatan.
\n\n\n\nWakil Ketua FOPI Tangsel Tjahyo Prakoso memaparkan, Tangsel mengirimkan 8 tim, namun hanya satu yang berhasil menembus babak puncak. Sisanya harus gugur di fase grup, 16 besar, dan perempat final.
\n\n\n\n“Kami jadikan ini bahan evaluasi. Tim-tim lain bahkan ada yang sudah punya medali PON. Tangsel harus lebih giat, termasuk soal sarana, seperti lampu penerangan yang masih kurang,†jelas Tjahyo.
\n\n\n\nSorotan juga tertuju pada rencana pembinaan ke depan. Jika performa tidak sesuai ekspektasi hingga akhir tahun, FOPI Tangsel siap menggelar seleksi ulang dengan mempertimbangkan skill dan attitude.
\n\n\n\n“Kami juga gunakan sistem absensi berbasis barcode untuk pantau semangat latihan atlet,†tutur Tjahyo.
\n\n\n\nTak berhenti di sini, skuad Tangsel akan kembali tancap gas di turnamen mendatang bertajuk Piala Walikota Tangerang. Turnamen ini menjadi babak lanjutan pembuktian kesiapan menuju Porprov 2026 yang juga akan digelar di Tangsel sebagai tuan rumah. (din).
\n