HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL-Mantan Ketua DPRD Tangsel H Moch Ramlie kritik keras Lurah Pamulang Barat pada saat Musrenbang. Menurutnya, komunikasi di internal kelurahan berjalan kurang baik, termasuk mengusulkan perlu segera dirotasi, Kamis (16/1/2025).
Bermula saat Lurah Pamulang Barat, Mulyadi menjabarkan program pembangunan tahun 2024 yang lalu. Hanya saja dalam penjabaran tidak tuntas dan rinci. Terkesan tidak siap dalam penyelenggaraan Musrenbang. Padahal peserta Musrenbang berharap mendapatkan informasi secara utuh dan gamblang.
Ini yang kemudian H Moch Ramlie mantan Ketua DPRD Tangsel yang kini duduk di Komisi Dua DPRD Tangsel melayangkan kritik keras. Dirinya menilai komunikasi antara Kasi Ekonomi Pembangunan (Ekbang) dengan an Sekretaris Kelurahan (Sekel) dengan Lurah tidak berjalan dengan baik.
“Itu terlihat dari penjelasan lurah tidak detail. Sedangkan kegiatan pembangunan di Pamulang Barat tahun kemarin banyak sekali. Kok dilaporkan hanya segitu,” ucap H Abi sapaan akrabnya.
Bahkan dirinya menyerukan perlu ada rotasi, kalau memang kinerjanya tidak baik. Mereka digaji setiap bulan tapi tidak optimal. Jika kinerjanya seperti itu bagaimana mau melayani masyarakat. Terlebih saat ditanya pagu anggaran Musrenbang tidak ada yang bisa menjawab.
“Saya juga kecewa sama Ekbang. Masa ditanya pagu tahun lalu berapa. Pagu tahun sekarang berapa tidak tahu. Kerjanya pada ngapain. Bagaimana mau memikirkan rakyat. Mohon Pa Camat kalau perlu rotasi, rotasi lagi. Kacau begini. Jangan hanya datang ke kantor terima TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai red), enak aja. Rakyat dipikirin,” serunya disambut tepuk tangan.
Dirinya juga mengkritik fasilitas kantor kelurahan yang terkesan kurang terpelihara kenyamanan. Menurutnya Pamulang Barat itu posisinya sudah kota. Tapi rasanya masih desa, karena ruangnya terasa cukup panas.
“Ini perlu pergeseran untuk pengadaan empat AC masukkan F1. Kemudian pengeras suara 10 tahun belum juga diganti. Kok orang kota terasa desa? Malu kita, orang kota gobyos,” kelakarnya disambut gemuruh peserta.
Seusai melayangkan kritik, dirinya menyampaikan permohonan maaf. “Maaf saya keras begini karena lahirnya di sini. Sejak kepala desa engkongnya Mulyadi (lurah sekang red) saya sudah ikut membantu,” tutup pria kelahiran 1960 itu. (din).
| ReplyForwardAdd reaction |



