News and Education Versi penuh
Bogor Raya

SMPIT Ummul Quro Bogor Lepas Ratusan Siswa Angkatan 22, Tangis Haru Pecah

SMPIT Ummul Quro Bogor melepas ratusan siswa angkatan 22 dalam prosesi kelulusan yang berlangsung di Gedung Yasmin Center, Kota Bogor.

Oleh Adm 17 Jun 2026 16:48 3 menit baca

HARIANRAKYAT.ID, BOGOR — Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) Ummul Quro Bogor kembali menegaskan komitmennya dalam membangun generasi unggul melalui pelepasan ratusan siswa angkatan ke-22 tahun 2026. 

Prosesi kelulusan yang berlangsung khidmat di Gedung Yasmin Center, Kota Bogor, Rabu (17/6/2026). Momen ini  tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga momentum reflektif atas proses pendidikan yang sarat nilai spiritual dan kemanusiaan.

Dalam sambutan Ketua Yayasan Ummul Quro Bogor, Dr. Ir. Suswono, yang disampaikan Wakil Ketua I Dr. Syamsuddin Harun, ditegaskan bahwa Al-Qur’an merupakan pondasi epistemologis dalam sistem pendidikan di lingkungan Ummul Quro. Pendidikan tidak sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses internalisasi nilai ilahiah yang membentuk kepribadian utuh peserta didik.


“Al-Qur’an adalah rukun pendidikan yang tidak boleh ditinggalkan. Kemampuan at-tilawah dan pemahaman maknanya menjadi inti dalam membangun kesadaran spiritual sekaligus intelektual,” ungkap Syamsuddin.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kerangka pendidikan Ummul Quro dibangun atas tiga pilar utama. Pertama, at-tilawah, yang berorientasi pada kemampuan membaca Al-Qur’an secara tartil serta memahami kandungannya secara komprehensif. 

Kedua, tazkiyah, yaitu proses penyucian jiwa melalui pembinaan akidah, akhlak, dan karakter, guna membentuk pribadi beriman dan berintegritas. Ketiga, at-ta’lim, yang menekankan penguasaan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan dinamika zaman.


Ketiga pilar tersebut menjadi basis dalam melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dan spiritual. Pendekatan ini diimplementasikan secara bertahap sesuai perkembangan peserta didik, mulai dari fase eksploratif di tingkat dasar hingga penguatan nalar kritis dan dialogis di jenjang menengah.

Sementara itu, Kepala SMPIT Ummul Quro Bogor, Mia Mariamah Handari, menyampaikan pesan emosional kepada para lulusan dari Tanah Suci Mekkah, di tengah perjalanan kepulangan ibadah haji. Dengan suara yang sarat haru, ia menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan intelektual dan spiritual yang lebih luas.

“Tiga tahun bersama bukan waktu yang singkat. Ada tawa, tangis, dan perjuangan yang kita lalui bersama. Nilai-nilai kebaikan, akhlak, dan ibadah yang telah ditanamkan, jadikanlah sebagai perisai dalam kehidupan kalian,” pesannya.

Dari perspektif orang tua, Ketua Forum Persaudaraan Orangtua Murid (FPOM), Julia Fajaryanti, menegaskan bahwa keberhasilan peserta didik merupakan hasil dari sinergi antara usaha individu, dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan yang kondusif. Ia menyebut kelulusan ini sebagai titik awal untuk menghadapi tantangan kehidupan yang lebih kompleks.

Prosesi kelulusan turut diwarnai dengan penyerahan penghargaan akademik dan non-akademik, serta pertunjukan kolosal yang merepresentasikan perjalanan siswa selama menempuh pendidikan. Visualisasi tersebut menjadi medium refleksi kolektif atas dinamika proses belajar yang penuh makna.


Pada puncak acara, suasana haru tak terbendung. Tangis pecah di antara pelukan hangat siswa, guru, dan orang tua. Tiga tahun kebersamaan—dalam belajar, beribadah, dan bertumbuh—menjadi kenangan yang tak tergantikan. Kini, para lulusan harus melangkah ke jenjang berikutnya dengan bekal ilmu, iman, dan karakter.


Kelulusan ini bukan sekadar perpisahan, melainkan transformasi. Dari ruang kelas menuju ruang kehidupan yang lebih luas, dengan harapan bahwa setiap langkah mereka kelak menjadi manifestasi nilai-nilai Qur’ani yang telah ditanamkan. (din).

Topik terkait
Umul Quro Bogor Kelulusan Wisuda ke 22 Dedikasi Akhlak Ilmu agama Ilmu pengetahuan