Santri Kota Tangsel Ikut Serta Musabaqah Qiraatil Kutub Tingkat Nasional 2023
\nKOTA TANGSEL, HARIANRAKYAT.ID– Santri Pondok Pesantren (Pontren) di Kota Tangsel siap mengikuti Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tingkat Nasional tahun 2023. \n\n\n\nRencana akan diadakan pada tangga...
KOTA TANGSEL, HARIANRAKYAT.ID– Santri Pondok Pesantren (Pontren) di Kota Tangsel siap mengikuti Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tingkat Nasional tahun 2023.
\n\n\n\nRencana akan diadakan pada tanggal 10-17 Juli 2023, bertempat di Lamongan Jawa Timur.
\n\n\n\n Rapat Koordinasi (Rakor) Seksi Pakis Kemenag Tangsel dengan Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Tangsel di aula kantor Kemenag Tangsel.
Rapat yang dipimpin oleh Kasi Pendidikan Agama Islam dan Keagamaan Islam (Pakis), Ade Sihabuddin,
\n\n\n\ndihadiri oleh Ketua FSPP Tangsel, KH. Suhada dan jajaran pengurus, dan mengundang perwakilan pimpinan Ponpes, antara lain KH. R. Syarif Rahmat,
\n\n\n\nKH. Agus Abdul Gofur, Muslihudin, Ucup Ridwan Saputra, Suhaimi Habibullah, Ziyaul Haromaen, Zuhri Hambali, Husnul Aqib, dan Bahrudin.
\n\n\n\nDidampingi staf Pakis, Minhuda dan Irfan. Kasi Pakis, Ade Sihabuddin, mengatakan mekanisme seleksi diserahkan kepada FSPP Tangsel.
\n\n\n\n\"Mengingat waktu pelaksanan, kita harus berpacu dengan waktu termasuk dalam hal pencarian dana.
\n\n\n\nKarena kita tahu bahwa baik dari Kemenag Pusat maupun Kanwil tidak ada anggaran.
\n\n\n\nTerlebih lagi kantor Kemenag Tangsel, tidak ada yang bisa dialokasikan karena memang tidak ada anggarannya,†jelasnya.
\n\n\n\nMengenai tempat seleksi, KH. R. Syarif Rahmat yang merupakan pimpinan Ponpes Ummul Quro, Pondok Cabe, Tangsel, menyatakan siap menjadi tuan rumah.
\n\n\n\n“Insya Allah Ummul Qoro siap dijadikan tempat seleksi, tapi dengan catatan seluruh pimpinan Pondok Pesantren harus hadir,†tandasnya.
\n\n\n\nDisepakati karena waktunya sangat mendesak, maka akan segera dilakukan rekrutmen santri-santri potensial untuk dikirim ke MQK tingkat Nasional.
\n\n\n\n\"Kita ini ingin memajukan Tangsel, lebih luas lagi memajukan Banten.
\n\n\n\nOleh karena itu janganlah santri yang kita kirim merupakan santri cabutan, buat apa bagus kalau hasil dari cabutan, bukan santri asal Banten,\" tandas Syarif Rahmat.
\n\n\n\nSementara itu, Ketua FSPP Tangsel, Suhada, mengatakan bahwa yang terpenting adalah sistem seleksi santri peserta terlebih dahulu, persoalan dari mana dana nanti dibicarakan kemudian.
\n\n\n\n“Dari juknis yang ada, ada beberapa cabang lomba yang dipertandingkan, yaitu untuk marhalah dan kitab meliputi Fiqih, Nahwu, Akhlak, Tarikh untuk tingkat Ula.
\n\n\n\nMarhalah wustho meliputi Fiqih, Nahwu, Akhlak, Tarikh, Tafsir, Hadits, Usul Fiqh, dan Tauhid.
\n\n\n\nDan untuk marhalah Ulya meliputi Fiqih, Nahwu, Akhlak, Tarikh, Tafsir, Ilmu Tafsir, Hadits, Ilmu Hadits, Usul Fiqh, Balaghoh, dan Tauhid,†terangnya.
\n\n\n\nUntuk itu, sambungnya, segera dilakukan seleksi di tingkat Pondok Pesantren, ambil peserta terbaik hasil dari seleksi final, kirim
\n\n\n\ndan serahkan ke Kanwil untuk dilakukan penunjukan ataupun di musobaqohkan antar wilayah. Kita tunggu keputusan dari Kanwil Kemenag Banten. (din).
\n