HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL- Tangsel Open Archery Championship diikuti 554 peserta tersebar di wilayah Jabodetabek bahkan ada yang datang dari Malaysia dan Singapura. Digelar selama empat hari, (19-22/12/2024) di bilangan BSD, Serpong Tangsel.
Ketua Umum KONI Tangsel Letkol Purn TNI Hamka Handaru menyampaikan dengan jumlah peserta 554 an dengan 40 bantalan tentu secara kegiatan sangat luar biasa. Ini adalah sebuah upaya memberikan ruang wahana para pemanah muda Tangsel.
“Dengan harapan ada regenerasi disamping untuk menentukan rengking dari pemanah. Kami harapkan nanti ada liga. Jika dibuat liga tentu sangat luar biasa,” ujarnya.
Jika dibuat liga, bisa dikelompokkan berdasarkan usia. Atau tingkat pelajar dan umum. Dipastikan jumlah pesertanya semakin banyak. Bahkan dari berbagai daerah akan berdatangan. Efek lainnya, hotel, restoran dan ekonomi secara dramatis akan melonjak tajam.

“Teman-teman Perpani sepakat menyelenggarakan kompetisi secara reguler. Ini bisa jadi agenda tahunan. Tangsel memiliki pemanah yang hebat dibuktikan saat PON bisa menyumbangkan emas untuk Banten dari atlet Tangsel yang mana usianya masih muda 16 Tahu. Ini bukti sebuah hasil kompetisi yang ketat di Tangsel,” tambah ia.
Kendati saat ini skalanya hanya lokal, namun dampaknya cukup besar. Bukan saja mendongkrak sektor ekonomi. Tapi muncul bibit-bibit baru pemanah muda yang berpotensi. Di lokasi ini, para peserta dilatih kecepatan, ketangkasan dan ketenangan dalam membidik sasaran.
“Efeknya memiliki imbas tumbunya pemanah baru,” imbuhnya.
bahwa rangkaian kegiatan olahraga Tangsel Open Archery Championship 2024 yang diselenggarakan oleh KONI dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Kota Tangerang Selatan ke-16.
Kegiatan ini dirancang selama empat (4) hari ini, tidak hanya untuk mendorong prestasi olahraga, tetapi juga untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pariwisata di wilayah tersebut.
“Harapannya, Tangsel bisa menjadi destinasi olahraga,” ujar Hamka Handaru.
Turnamen panahan yang diadakan kali ini terbuka untuk peserta dari berbagai daerah, bahkan negara lain. Bahkan ada peserta dari Malaysia kemudian dari Singapura yang sudah mengonfirmasi namun batal hadir. Mayoritas peserta sekitar 70%—berasal dari Tangerang Selatan sendiri. Hamka menambahkan, Tangsel merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan jumlah klub panahan terbanyak dan memiliki sejumlah atlet cabang olahraga panahan yang handal.
“Jadi, ini emang ajang untuk peringkat juga bagi atlet Tangerang Selatan. Ini yang ketiga kali mereka bikin kejuaraan” jelas Hamka.
Turnamen ini, lanjut Hamka, merupakan kejuaraan panahan ketiga sekaligus terakhir yang diselenggarakan tahun ini. Dari turnamen ini, peringkat atlet akan ditentukan, termasuk penerima uang pembinaan.
“Panahan telah menjadi salah satu cabang olahraga unggulan Tangerang Selatan di ajang multi-sport tingkat provinsi. Atlet panahan Tangsel kerap membawa pulang gelar juara umum, baik di Porprov maupun Popda,” imbuhnya lagi.
Hamka menyebut, panahan adalah cabang olahraga dengan jumlah atlet terbanyak di Tangsel, mencapai lebih dari 700 orang. “Sehingga mereka tentunya secara proporsional juga mendapatkan lebih banyak jumlah uang pembinaannya kalau nggak salah sampai Rp 20 jutaan,” tutupnya.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tangsel Mursinah, disela pembukaan Archery ini menyampaikan ucapan selamat bertanding. Tunjukan sportivitas selama pertandingan. Menurutnya turnamen ini cukup besar dilihat dari jumlah dan antusias peserta.
“Selamat bertanding. Ini adalah acara besar yang diikuti darl wilayah Jabodetabek. Perlu terus dipertahankan supaya bibit-bibit atlet terus bermunculan,” imbuhnya.
Kegiatan ini juga bagian dari HUT Kota Tangsel yang ke 16. Selain mengadakan lomba, acara besar telah diselenggarakan. Selamat dan sukses. (din).



