back to top
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1447 - 2025
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2025 - dan Tahun Baru 2026 2025
BerandaDaerahPertengahan Juni, Mas Dhito Buka Pameran Temporer Pre-Launching Museum

Pertengahan Juni, Mas Dhito Buka Pameran Temporer Pre-Launching Museum

HARIANRAKYAT.ID, KABUPATEN KEDIRI – Pemerintah Kabupaten Kediri akan menggelar pameran temporer bertajuk “pre-launching museum” pada 17-21 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian awal dari rangkaian pembangunan museum yang berlokasi di Jalan Totok Kerot, Desa Menang, Kecamatan Pagu.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, menjelaskan bahwa pameran akan menampilkan berbagai artefak dan desain interior museum, kegiatan ini akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, terutama akademisi, budayawan, hingga pelestari sejarah guna memperkenalkan konsep museum sebelum memberikan masukan terhadap Detail Engeenering Design (DED).

“Prinsipnya, kita juga akan perkenalkan rencana desain museum ini seperti apa,” jelas Mustika, Rabu (4/6/2025).

Museum ini bakal menyimpan ratusan benda purbakala dari berbagai masa yang diperoleh dari berbagai sumber, termasuk dari proses ekskavasi dan evakuasi. Pameran ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, atau yang akrab disapa Mas Dhito.

“Diharapkan bisa mengangkat cerita Kediri di masa lampau, searah dengan konsep storyline museum yang telah disusun sejak 2024 silam,” ujarnya.

Selain itu, museum ini juga diharapkan bisa menjadi salah satu destinasi wisata dan budaya baru di Kabupaten Kediri. Terlebih menjadi edukasi sejarah bagi kaum muda.

“Cerita Kediri kan luar biasa. Maka disusun story line di Museum. Kita kan orang Jawa, jangan sampai hilang (identitas) Jawanya,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sejarah Purbakala Disparbud Kabupaten Kediri, Eko Priyanto menambahkan, tidak semua perbendaharaan peninggalan sejarah tersebut dipamerkan. Namun, secara bertahap artefak akan dipindahkan ke museum.

“Secara garis besar, artefak-artefak ini akan didisplay di museum. Kemudian sebagian lain akan dimasukkan dalam storage yang telah disediakan. Hal ini melihat kondisi dan status artefak masing-masing,” kata Eko. Ia memperkirakan ada sekitar 100 artefak yang akan disimpan di museum. (lik).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News