HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL —Dalam semangat mensyiarkan kalam suci Al-Qur’an dan mempererat ukhuwah Islamiyah, Kecamatan Setu bersiap menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XVI tahun 2025, tingkat Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Persiapan ini telah mencapai 85 persen, dengan proses penataan lokasi utama dan pemasangan tenda yang tengah berlangsung pada Kamis (31/7/2025).
Camat Setu, Erwin Gemala Putra, menuturkan bahwa segala bentuk kesiapan terus dimatangkan demi menyambut perhelatan akbar MTQ ke XVI tingkat Kota Tangsel pada 3-6 Agustus tahun 2025 ini. Tentunya dalam upaya menyebarkan syiar Islam sebagaimana senantiasa dinanti kehadirannya oleh umat Islam.
“Alhamdulillah, seluruh persiapan terus berprogres. Hari ini kami menata area untuk penampilan seni Islami dari LASQI yang akan digelar pada hari Ahad, mulai pagi hingga sore. Sedangkan pada malam harinya, 3 Agustus 2025, akan dilangsungkan pembukaan resmi MTQ,” jelasnya.
Tak hanya panitia, para kafilah dari seluruh kecamatan juga tengah mempersiapkan diri sebagai peserta maupun pendamping, dengan semangat membawa misi dakwah dan keindahan bacaan Al-Qur’an.
Perhelatan MTQ ke-XVI ini akan dilaksanakan di 15 arena musabaqah, dengan arena utama berlokasi di lingkungan Kantor Kecamatan Setu. Selain itu, SMP Islam Al Azhar 25 dan SMKN 3 Kota Tangsel.
“Sementara 12 arena lainnya akan berlangsung di masjid-masjid yang tersebar di Kelurahan Bakti Jaya, Babakan, Muncul, dan Setu,” sambung ia.
Untuk acara pembukaan, arena utama diperkirakan dapat menampung 500 sampai 700 hadirin dengan suasana yang sejuk dengan pepohonan hijau. Terlebih daerahnya perbukitan dengan sangat asri serta jauh dari kebisingan.
“Adapun pada MTQ tahun ini tidak akan diadakan pawai ta’aruf, melainkan hanya pawai defile dari para kafilah,” ujar Erwin
Lanjut ia, sebagai tuan rumah, Kecamatan Setu menargetkan pelaksanaan yang tertib, sukses, dan penuh keberkahan. Sementara untuk capaian juara, sepenuhnya akan ditentukan oleh dewan hakim yang menilai secara objektif dan amanah.
“Kami tidak menargetkan gelar juara, namun fokus pada penyelenggaraan terbaik. Biarlah dewan hakim yang menilai dan menetapkan yang terbaik” ujarnya.
MTQ bukan hanya ajang perlombaan, tetapi medan dakwah yang menyuburkan kecintaan kepada Al-Qur’an. Semoga dari Setu, cahaya Al-Qur’an kembali memancar menerangi Bumi Tangsel. (din).



