back to top
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1447 - 2025
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2025 - dan Tahun Baru 2026 2025
BerandaNasionalPeringati Bulan Cinta Laut, Selvi Gibran Ingatkan Kepedulian Kolektif Ciptakan Laut Sehat

Peringati Bulan Cinta Laut, Selvi Gibran Ingatkan Kepedulian Kolektif Ciptakan Laut Sehat

HARIANRAKYAT.ID, JAKARTA-Pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen dalam menjaga ekosistem pesisir dan memperkuat ketahanan lingkungan. Sejalan dengan hal tersebut, Ibu

Selvi Gibran Rakabuming bersama anggota Solidaritas Perempuan untuk Indonesia (Seruni) Era Kabinet Merah Putih menghadiri Kick Off “Laut Sehat Bebas Sampah (Laut Sebasah)”. Sekaligus Groundbreaking Pengembangan Kawasan Mangrove Nasional yang merupakan rangkaian dari peringatan Bulan Cinta Laut, di Kamal Muara, Penjaringan, Kota Jakarta Utara, Rabu (06/08/2025).

Tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB, Selvi disambut oleh Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan dan Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono.

Dalam pesannya, Selvi Gibran mengingatkan pentingnya kepedulian kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah awal menciptakan laut yang sehat. Ia menyampaikan bahwa perubahan gaya hidup masyarakat dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memilah dan membuang sampah pada tempatnya serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

“Kita semua harus menjaga lingkungan kita agar lingkungan kita bersih, lestari, sehat, dan bebas sampah,” tegas Selvi.

Ia juga menekankan dampak negatif dari pencemaran laut terhadap ekosistem dan manusia, seraya mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam penggunaan plastik. Menurut Selvi yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), sampah plastik dapat didaur ulang menjadi produk kerajinan bernilai ekonomis, seperti dompet, tas, dan tempat pensil.

“Sampah itu juga bisa diolah, bisa dijadikan sesuatu yang punya nilai lagi. Kalau tadi hasil kerajinannya bagus, itu bisa dijual kembali,” jelasnya.

Lebih lanjut, Selvi mendorong kolaborasi lintas sektor dalam gerakan lingkungan ini. Seruni, sebagai mitra pemerintah, diharapkan dapat menjadi jembatan kerja sama dengan berbagai pihak demi mewujudkan Indonesia yang bersih, sehat, dan bebas sampah.

“Saya yakin banyak sekali pihak yang siap mengulurkan tangannya untuk bekerja bersama kita [Seruni], untuk menjaga lingkungan kita, untuk melestarikan lingkungan kita,” ungkapnya optimistis.

Sebagai informasi, Indonesia menghasilkan lebih dari 50 juta ton sampah per tahun, dan sebagian besar di antaranya berpotensi mencemari ekosistem laut dan pesisir. Untuk itu, program “Laut Sebasah” ditujukan sebagai strategi jangka panjang yang tidak hanya menargetkan pengurangan sampah laut secara signifikan hingga 2029, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan, dalam laporannya, menegaskan pentingnya kesinambungan program ini dalam jangka panjang. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penyelamatan ekosistem laut dan pesisir yang membutuhkan kolaborasi semua pihak.

“Program Laut Sebasah merupakan langkah konkret yang kita lakukan dari hulu ke hilir. Tentunya ini tidak bisa bekerja sendiri. Kita harus bersama-sama, kolaborasi dengan kementerian/lembaga sampai dengan tingkat daerah dan tingkat perorangan,” ujar Didit.

“Penyelesaian isu sampah, terutama di laut, wajib kita teruskan, dan mangrove kita lestarikan bersama sehingga pelaksanaan kegiatan Lestari Mangrove ini akan berlangsung sepanjang masa untuk anak-anak dan cucu-cucu kita ke depan,” imbuhnya.

Pengembangan Kawasan Mangrove Nasional Kamal Muara yang dimulai hari ini dirancang dengan pendekatan zona fungsional, mencakup zona pemanfaatan, konservasi, edukasi dan budaya, serta pembibitan dan pengelolaan sampah.

Proyek ini memiliki nilai investasi sebesar 500 miliar rupiah dan diproyeksikan memberikan dampak ekonomi langsung hingga 203,4 miliar rupiah per tahun, dengan potensi penyerapan tenaga kerja lebih dari 1.300 orang. Selain itu, kawasan ini juga ditargetkan menjadi sumber karbon kredit berbasis ekosistem biru, yang berkontribusi pada agenda perubahan iklim nasional.

Kegiatan ini turut diisi dengan aksi penanaman mangrove serta penandatanganan nota kesepahaman strategis antara Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan sejumlah kementerian/lembaga dan pemerintah daerah. Inisiatif ini menjadi simbol dimulainya kolaborasi lintas sektor dalam pemulihan lingkungan pesisir, termasuk integrasi edukasi publik melalui program Sekolah Pantai Indonesia.

Selvi juga meninjau pameran UMKM ramah lingkungan yang menampilkan produk-produk berbasis daur ulang dan hasil laut bernilai tambah. Kegiatan dilanjutkan dengan edukasi pengolahan sampah, serta penyerahan bantuan sosial dan sarana prasarana pengelolaan sampah yang dipusatkan di Gelanggang Olahraga (GOR) Kamal Muara.

Seluruh rangkaian kegiatan menjadi bagian dari peringatan Bulan Cinta Laut, sebagai momentum kolektif untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan laut demi masa depan generasi mendatang.

Acara ini turut dihadiri oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Sekretaris Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Wida Nurfaida, Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Dewi Chomistriana, serta sekitar 721 peserta dari unsur pemerintah pusat, pemerintah daerah DKI Jakarta dan Bali, kelompok nelayan, masyarakat, guru, dan siswa sekolah dasar di wilayah Kamal Muara. (din).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News