HARIANRAKYAT.ID KOTA TANGSEL — Pengurus Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) periode 2025–2030 resmi dilantik. FKDM diminta lebih dekat dengan masyarakat serta proaktif mendeteksi isu strategis guna meminimalisir potensi keresahan sosial.
Pelantikan langsung di Hotel Ramada Serpong, Selasa (10/2/2026).
Walikota Tangsel Benyamin Davnie memimpin langsung pelantikan dan memberikan pesan penting. Menurutnya saat ini ada 3 isu aktual yang dampaknya wajib dideteksi FKDM. Supaya keresahan masyarakat dapat diminimalisir, ketiga isu tersebut.
“Masalah sampah yang sudah dapat kita atasi, tetapi sosialisasi penanganan sampah dari hulu (rumah tangga) harus disosialisasikan. Pemerintah punya target minimal seribu rumah tangga dalan setiap Kelurahan dapat membuat BIOPORI sampah,” pesannya, di dampingi Kepala Kesbangpol Tangsel H Oki Rudianto.
Problem kedua soal kengerian pelecehan seksual. Pelaku predator anak bergentayangan di tengah kota bermotto cerdas modern dan religius, bahkan sangat pelaku diketahui pengajar di sekolah tersebut. Korbannya mencapai 28 murid laki-laki. Sehingga cukup meresahkan masyarakat.

“FKDM harus proaktif memberikan sosialisasi langkah hukum yang telah ditempuh pemerintah, sehingga masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah, sambil mengingatkan agar para orangtua meningkatkan pengawasan terhadap putra-putrinya,” sambungnya.
Ketiga masalah kebakaran gudang sehingga terjadi pencemaran air mengakibatkan cukup banyak ikan mati, kita bersyukur untuk kawasan Tangsel aman.
Dr Fachruddin Zuhri sesuai dilantik menyampaikan ucapan terima kasih. Semoga amanah ini dapat dijalankan sebaik-baiknya dengan tugas pokok dan fungsi.
“Jabatan ini merupakan amanah yang harus diemban dengan serius dan dijalankan dengan semaksimal mungkin,” ucapnya penuh syukur.
Momen pelantikan ini tentu sakral untuk sebuah organisasi. Kendati memang sebelum dilantik, organisasi FKDM tentu telah bekerja optimal. Maka melalui penanda ini, diharapkan semakin dapat diharapkan oleh pemerintah daerah.
“Tentunya para pengurus melakukan edukasi kepada masyarakat supaya tatanan sosial warga Tangsel kondusif. Edukatif dan partisipatif dalam menjaga lingkungan sekitar,” tuturnya. (din).



