Sampah merupakan sisa aktivitas sehari-hari manusia maupun proses alam yang berbentuk padat. Pada dasarnya, sampah berasal dari buangan atau sisa barang yang dianggap sudah tidak layak pakai.
Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang Selatan sangat konsen dalam menangani masalah sampah. Mulai dari edukasi hingga penanganan akhir. Misalnya tentang edukasi, di mana mengenalkan mengapa sampah itu muncul. Dalam kehidupan sehari-hari, mayoritas sampah yang dihasilkan masyarakat berasal dari rumah atau lingkungan sekitar, yang kemudian dikenal sebagai sampah rumah tangga. Sampah rumah tangga ini mencakup berbagai jenis buangan, mulai dari sisa makanan, kulit buah, sayuran, hingga barang-barang bekas yang tidak lagi dipergunakan
Berikut definisi sampah rumah tangga, yaitu sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga. Dan sampah sampah rumah tangga adalah sampah rumah tangga yang berasal dari kawasan komersial, kawasan industri, kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dan/atau fasilitas lainnya
Pada dasarnya, jenis sampah tersebut dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu sampah organik dan sampah non-organik. Perbedaan yang paling mendasar dari kedua jenis sampah ini adalah waktu yang dibutuhkan untuk terurai.
Sampah organik merupakan jenis buangan yang bisa dan relatif cepat mengalami penguraian. Sebaliknya, sampah non-organik sulit untuk diurai dan membutuhkan waktu yang cenderung lama. Nah, kedua jenis sampah inilah yang sebenarnya disarankan untuk dipisahkan.
Sampah organik bisa terurai meski dibuang begitu saja dan akan hilang dengan sendirinya. Beberapa contoh sampah yang masuk dalam kategori sampah organik di antaranya adalah sisa makanan, kulit buah, sisa masakan dari dapur, dan daun-daunan.
Tetapi bila dibiarkan begitu saja dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menyebabkan penyakit karena mejadi sarang kuman dan bakteri serta mengundang lalat dan tikus. Biasanya jenis sampah ini juga bisa diolah kembali menjadi pakan ternak, pakan maggot BSF, biogas, dan pupuk.
Sebaliknya, sampah non-organik biasanya akan sulit terurai. Yang termasuk dalam daftar sampah jenis ini adalah botol minuman, plastik, dan kaleng. Sampah ini tidak akan hancur dalam waktu yang lama meski dibakar sekalipun.
Bila dibiarkan begitu saja kadungan kimia yang terdapat di sampah non organik dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan air tanah. Namun, sampah non-organik ternyata masih memiliki nilai ekonomis dan bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih terpakai.
Dengan memisahkan sampah organik dan non-organik bisa memudahkan pemilihan dan penggunaan kembali jenis sampah sesuai dengan kegunaannya. Selain itu, memisahkan pembuangan kedua jenis sampah ini nyatanya bisa membantu mencegah terjadinya penumpukan sampah, sumber penyakit dan pencemaran lingkungan. (adv).



