HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL – Suasana di RW 09 Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (25/7/2025) pagi terasa lebih hidup dari biasanya.
Deretan tanaman obat yang tumbuh subur dan tertata apik menyambut kedatangan Tim Penilai Lomba Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (Asman Toga) tingkat Kota Tangsel, yang dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Tangsel, Tini Indrayanti Benyamin.
Kehadiran Tini dan rombongan disambut hangat oleh para ibu-ibu dari Tim Asman Toga Griya Tanam 09. Dengan penuh semangat, mereka mempresentasikan hasil kerja keras mereka dalam merawat, memanfaatkan, sekaligus melestarikan tanaman-tanaman herbal yang makin jarang dikenal oleh generasi muda.
Dalam sambutannya, Tini Indrayanti mengapresiasi kekompakan dan kesungguhan lingkungan. Ia berharap, selain menjadi ajang kompetisi, lomba ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat menanam toga di kalangan masyarakat, terutama anak muda.
“Lomba ini bukan sekadar soal siapa yang menang. Tapi bagaimana kita bersama menghidupkan kembali budaya menanam dan memanfaatkan toga di rumah masing-masing, agar tidak punah di masa mendatang,” ujar Tini.
Ia juga mengingatkan, sebagai kota anggrek, Tangsel memiliki identitas yang kuat dalam pelestarian tanaman. Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk tidak hanya menanam toga, tapi juga memperindah halaman rumah dengan anggrek, sebagai bagian dari identitas lokal.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Lilis Suryani menjelaskan bahwa lomba Asman Toga ini sudah memasuki tahun kedua pelaksanaannya, dan pada hari ini merupakan hari kedua dari rangkaian penilaian terhadap 54 kelurahan se-Tangsel.
“Tim Asman Toga Griya Tanam 09 menunjukkan kekompakan luar biasa. Ini adalah modal besar dalam pelestarian toga, karena banyak jenisnya yang hampir tidak dikenali oleh generasi muda. Maka pelestarian harus terus digiatkan sejak dini,” tuturnya.
Senada dengan itu, Sekretaris Camat Setu, Anhar, menegaskan bahwa kegiatan Asman Toga merupakan bagian dari program unggulan Pemkot Tangsel, yakni RW Mantap, dan erat kaitannya dengan gerakan Hatinya PKK. Program ini juga diharapkan bisa menjadi solusi alternatif dalam pengendalian inflasi di tingkat rumah tangga.
“Contohnya dengan menanam cabai rawit. Jika setiap rumah bisa menanam, maka kebutuhan dapur bisa dipenuhi sendiri dan dampaknya langsung terasa bagi perekonomian,” katanya. Ia pun berharap, RW 09 Bakti Jaya bisa menjadi percontohan dan inspirasi bagi RW lainnya.
Sementara itu, Ketua Tim Asman Toga Griya Tanam 09, Ruri Anggrayni, menyatakan keyakinannya bahwa kelompok yang dipimpinnya mampu melangkah lebih jauh. Sebelumnya, KWT ini juga sukses menjadi juara pertama pada lomba Hatinya PKK Tingkat Kota Tangsel
“Kami optimis bisa kembali mengukir prestasi dan mewakili Tangsel di tingkat Provinsi Banten. Dengan pengalaman dan kesiapan yang matang, kami percaya bisa memberikan yang terbaik,” ungkap Ruri penuh semangat.
Hal menarik dari Asman Toga Griya Tanam 09 adalah sentuhan teknologi dalam pengelolaan toga. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Setu, Dika Meylanasari, menjelaskan bahwa Asman Toga ini memanfaatkan sistem barcode pada tiap tanaman untuk memudahkan edukasi bagi pengunjung.
“Setiap tanaman diberi barcode yang bisa dipindai untuk mengetahui nama, manfaat, dan kegunaannya. Ini merupakan inovasi sederhana tapi berdampak besar, terutama untuk edukasi,” terang Dika.
Dengan semangat kolaboratif, sentuhan teknologi, dan visi pelestarian lingkungan serta ketahanan keluarga, Griya Tanam 09 Bakti Jaya tampil sebagai representasi ideal komunitas perempuan yang tangguh, inovatif, dan inspiratif tentunya berkat dukungan dari Ketua RW 09 Dr Maulana Putra (din).



