Kebakaran Terjadi di Adiwerna dan Pangkah, Warga Diingatkan Waspada Api
Kebakaran diduga dipicu sisa pembakaran tungku serta aktivitas membakar kayu dan bambu yang tidak diawasi.
HARIANRAKYAT.ID, TEGAL — Dua kebakaran terjadi di Kabupaten Tegal pada Rabu (12/8/2026). Kebakaran pertama melanda rumah warga di Desa Harjosari Lor, Kecamatan Adiwerna, pada dini hari. Beberapa jam kemudian, kebakaran terjadi di Desa Bogares Kidul, Kecamatan Pangkah, yang menghanguskan sebuah gudang pertanian.
Dua kejadian tersebut diduga dipicu aktivitas pembakaran yang tidak diawasi hingga api merembet ke bangunan di sekitarnya.
Kebakaran pertama terjadi di rumah milik Tanirah, warga RT 27 RW 06, Desa Harjosari Lor, Kecamatan Adiwerna, sekitar pukul 03.40 WIB.
Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Tegal, Nawawi, mengatakan laporan diterima Pos Damkar Slawi sekitar pukul 03.40 WIB. Petugas kemudian berangkat ke lokasi dengan satu unit mobil pemadam.
Petugas tiba sekitar pukul 03.55 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 05.15 WIB.
“Petugas langsung melakukan pemadaman dan pengendalian kebakaran. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 05.15 WIB,” kata Nawawi.
Berdasarkan keterangan saksi, api diduga berasal dari bagian belakang rumah, tepatnya di area dapur. Api diperkirakan muncul dari sisa pembakaran pada tungku yang digunakan untuk memasak dan belum sepenuhnya padam.
Kebakaran diketahui warga yang kemudian melaporkannya kepada petugas pemadam kebakaran. Petugas segera melakukan penanganan untuk mencegah api meluas.
Gudang Pertanian di Pangkah Terbakar
Beberapa jam kemudian, kebakaran kembali terjadi di Desa Bogares Kidul RT 09/RW 02, Kecamatan Pangkah, sekitar pukul 12.30 WIB.
Kali ini, api membakar sebuah gudang pertanian. Petugas Damkar Pos Slawi tiba sekitar pukul 12.45 WIB dan langsung melakukan pemadaman.
Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 14.30 WIB setelah petugas melakukan pemadaman dan pendinginan.
Nawawi mengatakan, kebakaran diduga bermula saat seseorang membakar pohon bambu di sekitar gudang. Api kemudian merembet hingga mengenai bangunan.
Sejumlah barang di dalam gudang ikut terbakar. Di antaranya satu unit traktor, satu unit pompa diesel, satu sepeda motor, serta berbagai peralatan pertanian.
Kepala Markas PMI Kabupaten Tegal, Sunarto, yang mewakili Ketua PMI Kabupaten Tegal Iman Sisworo, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, gudang itu merupakan milik Efendi, 45 tahun.
Sunarto mengatakan, api diduga berasal dari pembakaran kayu yang dilakukan tetangga pemilik gudang di sekitar lokasi. Api kemudian merembet ke gudang.
“Awalnya tetangga korban membakar kayu di sebelah gudang. Kemudian api merembet ke gudang dan mengakibatkan bangunan terbakar,” ujar Sunarto.
PMI Kabupaten Tegal melakukan asesmen dan pendataan di lokasi. Penanganan kebakaran melibatkan Polsek Pangkah, Koramil Pangkah, Damkar Kabupaten Tegal, PMI Kabupaten Tegal, dan BPBD Kabupaten Tegal.
Dua kejadian tersebut menjadi perhatian karena aktivitas pembakaran dilakukan di sekitar bangunan. Masyarakat diminta lebih berhati-hati saat menggunakan api, terutama di dekat rumah, gudang, lahan kering, atau tempat yang menyimpan barang mudah terbakar.
Nawawi mengingatkan warga untuk memastikan api benar-benar padam setelah selesai digunakan, baik untuk memasak maupun membakar kayu, bambu, dan material lainnya.
“Pastikan api benar-benar padam setelah selesai memasak atau membakar sesuatu. Jangan meninggalkan api tanpa pengawasan,” tegasnya. (ris).