News and Education Versi penuh
Tangerang Raya

Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia Dukung Program Kemandirian Pangan Lewat Riset

\n Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) mendukung program Presiden Prabowo Subianto peningkatan kemandirian pangan. Untuk mencapai keberhasilan itu perlu...

Oleh Redaksi 13 Nov 2024 17:36 3 menit baca
\n

 Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) mendukung program Presiden Prabowo Subianto peningkatan kemandirian pangan. Untuk mencapai keberhasilan itu perlu disokong dengan riset yang memadai.

\n\n\n\n

Ketua Umum Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) Prof. Dr. Susilo Widodo, disela konferensi International Conference on Nuclear Science, Technology, and Application (ICONSTA) selama dua hari (13-14/11/2024) di Grand Zuri Hotel BSD Tangsel menegaskan bahwa agenda ini secara rutin setiap tahun dilakukan. Ini merupakan rangkaian kegiatan konferensi yang dapat merepresentasikan perkembangan dan capaian iptek nuklir di Indonesia. Di samping itu, dirinya juga menyampaikan visi dan misi HIMNI yang sejalan dengan program presiden.

\n\n\n\n

“Jadi visi HIMNI adalah \"Sains, teknologi, dan rekayasa nuklir diterapkan karena kontribusinya yang vital untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa dan melestarikan sumber daya alam kita”. Sedangkan misinya adalah \"HIMNI berkontribusi untuk memajukan, membina, dan mempromosikan pengembangan dan penerapan sains dan teknologi nuklir di bidang energi, rekayasa, industri, kesehatan, pertanian, dan lingkungan untuk memberi manfaat bagi masyarakat. Tentu misi ini sejalan dengan misi Presiden terpilih Prabowo Subianto, Asta Cita Nomor 2, yaitu mewujudkan kemandirian nasional melalui kemandirian pangan, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau, dan ekonomi biru, serta Asta Cita Nomor 4, yaitu memperkuat pengembangan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, kesehatan, dan seterusnya,” ujarnya.

\n\n\n\n

Disela kegiatanya itu, Prof Susilo juga didampingi Dewan Pendiri HIMNI, Markus Wauran, Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir - BRIN, Syaiful Bakhri, PhD dan Ketua Panitia Seminar ICONSTA, Dr. Phil. Ratna D. Haryuni.

\n\n\n\n

Sambung Prof Susilo, HIMNI merekomendasikan tiga sektor penting dan strategis kepada Pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto, yakni sektor energi, pangan, dan kesehatan. Di sektor pangan, pihaknya rekomendasikan Pemerintah untuk menggunakan benih padi, terutama benih unggul, yang dikembangkan BRIN untuk meningkatkan hasil panen padi dengan lahan sawah yang tersedia saat ini di Indonesia.

\n\n\n\n

“Langkah ini perlu dilakukan sebelum dilakukan perluasan lahan sawah baru di Papua yang berpotensi menimbulkan deforestasi, dan tentu saja membutuhkan biaya yang relatif mahal. Dengan menggunakan benih padi yang dikembangkan BRIN dan dengan sistem pertanian yang intensif, diharapkan dapat menghasilkan padi 8 -12 ton per hectare,” tambah ia.  

\n\n\n\n

Untuk sektor energi, merekomendasikan Pemerintah untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) secepatnya guna memenuhi kebutuhan energi dan listrik. Seperti diketahui, berdasarkan target bauran energi yang ditetapkan Pemerintah dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) tahun 2017, untuk memenuhi kebutuhan listrik sebesar 23% pada tahun 2025 seharusnya dipenuhi dari energi baru dan terbarukan. Namun telah terbukti bahwa hal ini hampir mustahil tercapai tanpa kontribusi PLTN sebagai energi baru. Dapat disimpulkan bahwa energi nuklir sudah harus menjadi solusi, dan bukan hanya sekadar opsi.

\n\n\n\n

Di bidang kesehatan, HIMNI mendukung upaya Pemerintah untuk mempercepat pemanfaatan peralatan radioterapi berbasis nuklir seperti LINAC, terapi Proton dan BNCT untuk pengobatan kanker serta pembukaan pusat-pusat kedokteran nuklir baru dengan prioritas utama di luar Pulau Jawa.

\n\n\n\n

“Sebagai ilustrasi, untuk layanan pengobatan kanker, kita membutuhkan satu unit LINAC per satu juta penduduk. Jadi kita membutuhkan setidaknya 280 unit LINAC untuk seluruh negeri. Saat ini LINAC yang terpasang di Pusat-pusat Radioterapi baru sekitar 80-an unit,” tutupnya. (din).

\n\n\n\n
BalasTeruskanTambahkan reaksi
\n
Topik terkait
Riset HIMNI ICONSTA Presiden Praboso Subianto