News and Education Versi penuh
Tangerang Raya

Mahasiswa UPJ Terapkan Teknologi IoT Untuk Kemandirian Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat di Purwakarta

Oleh Adith 15 Jun 2026 15:32 4 menit baca
HARIANRAKYAT.ID- Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak melalui kolaborasi antara pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. 
Komitmen tersebut diwujudkan melalui program pemberdayaan masyarakat bertajuk "Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui Teknologi dan Peningkatan Daya Saing di Kampung Ilmu, Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Program yang berlangsung selama delapan bulan ini melibatkan kolaborasi lintas disiplin dari Program Studi Arsitektur, Informatika, dan Desain Produk. Puncak kegiatan ditandai dengan serah terima berbagai produk inovasi kepada pengelola Kampung Ilmu pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Program ini menjadi bagian dari implementasi konsep Kampus Berdampak yang dikembangkan UPJ. Mahasiswa dan dosen tidak hanya merancang solusi di ruang kelas, tetapi juga menguji, menyempurnakan, dan menerapkannya langsung bersama masyarakat.
Salah satu inovasi yang dihasilkan adalah kandang ayam petelur modular yang dirancang oleh tim Arsitektur UPJ. Berbeda dengan kandang konvensional, desain ini menggunakan sistem knock-down atau bongkar pasang yang memudahkan proses perakitan, pemindahan, serta pengembangan kapasitas kandang sesuai kebutuhan.
Kandang tersebut dibangun menggunakan material yang mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan efisiensi penggunaan ruang. Desainnya juga mengadopsi sistem bertingkat. Area dasar digunakan sebagai ruang pengumpulan kotoran ayam yang dapat diolah menjadi pupuk kompos. Tingkat berikutnya berfungsi sebagai area bertengger, sedangkan bagian atas menjadi area bertelur dengan akses pengambilan telur yang lebih praktis bagi peternak.
Untuk mendukung produktivitas peternakan, tim Informatika UPJ mengembangkan teknologi Smart Feeding dan Smart Incubator berbasis Internet of Things (IoT). Sistem ini memanfaatkan mikrokontroler ESP32 yang memungkinkan pemantauan suhu inkubator dan pengaturan pemberian pakan secara otomatis melalui perangkat telepon pintar.
Melalui teknologi tersebut, peternak dapat memantau kondisi kandang dan proses penetasan telur secara real time melalui dashboard digital. Pendekatan ini membantu meningkatkan efisiensi pengelolaan peternakan sekaligus memperkenalkan pemanfaatan 
teknologi digital di tingkat masyarakat desa.
Selain sektor peternakan, tim Informatika juga mengembangkan sistem database berbasis web untuk mendukung pemantauan kesehatan ibu hamil dan ibu menyusui di Desa Cisarua. Sistem ini dilengkapi dashboard visual yang memudahkan pencatatan dan pemetaan data kesehatan berdasarkan wilayah.
Kehadiran sistem tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat dan pendamping kesehatan melakukan pemantauan kondisi ibu dan anak secara lebih terstruktur, sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting melalui pengelolaan data yang lebih baik.
Kontribusi lain datang dari Program Studi Desain Produk yang berfokus pada peningkatan nilai tambah hasil produksi masyarakat melalui inovasi kemasan. Tim mengembangkan kemasan telur berbahan kardus corrugated daur ulang dengan sistem lock-tab tanpa lem yang dirancang untuk mengurangi risiko kerusakan selama proses distribusi.
Sementara itu, untuk produk pertanian berupa kangkung, tim memperkenalkan kemasan dengan sistem ventilasi terukur dan fitur gantungan yang membantu menjaga kesegaran produk lebih lama. Desain ini bertujuan meningkatkan kualitas produk saat dipasarkan sekaligus memperkuat daya saing hasil pertanian masyarakat.
Ketua tim kegiatan menjelaskan bahwa seluruh inovasi yang dikembangkan berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat yang teridentifikasi selama proses observasi dan pendampingan lapangan. Mahasiswa terlibat langsung dalam setiap tahapan, mulai dari identifikasi masalah, perancangan solusi, pembuatan prototipe, pengujian, hingga implementasi di lapangan. 
Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih komprehensif sekaligus memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan nyata. Guru Besar Sosiologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Imam B. Prasodjo, yang turut 
mendukung program ini menilai bahwa pengalaman implementasi di lapangan merupakan tahapan penting dalam proses pembelajaran mahasiswa.
"Langkah selanjutnya yang harus dilalui dan merupakan tantangan lebih besar adalah menerapkan hasil praktik skala kecil itu ke dalam kehidupan nyata masyarakat dan mengembangkannya dalam skala yang lebih besar. Melalui kolaborasi ini, kami berharap Kampung Ilmu tidak hanya menjadi pusat pembelajaran, tetapi juga menjadi model desa mandiri yang mampu mengadopsi teknologi dan desain untuk meningkatkan kesejahteraan 
ekonomi warga," ujarnya.
Menurut Imam, banyak program berhenti pada tahap perencanaan dan uji coba. Padahal, tantangan sesungguhnya terletak pada proses implementasi, pengorganisasian masyarakat, serta memastikan inovasi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Serah terima berbagai produk inovasi pada 13 Juni 2026 menjadi awal dari fase implementasi penuh oleh warga Kampung Ilmu. Selama delapan bulan pelaksanaan program, tim UPJ juga memberikan pelatihan dan pendampingan agar masyarakat mampu mengoperasikan, memelihara, dan mengembangkan teknologi tersebut secara mandiri.
Melalui kolaborasi ini, Universitas Pembangunan Jaya menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat berperan sebagai penghubung antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi contoh bagaimana pembelajaran berbasis praktik dapat menghasilkan solusi yang relevan, terukur, dan memberikan manfaat langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.(*)
Topik terkait
UPJ Bintaro jaya UPJ bintaro Kampus di tangsel