back to top
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1447 - 2025
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2025 - dan Tahun Baru 2026 2025
BerandaBantenGubernur Banten Luncurkan Program Sarjana Penggerak Desa, Setiap Desa Dapat Rp100 Juta

Gubernur Banten Luncurkan Program Sarjana Penggerak Desa, Setiap Desa Dapat Rp100 Juta

HARIANRAKYAT.ID, BANTEN– Gubernur Banten Andra Soni resmi meluncurkan Program Sarjana Penggerak Desa di Lapangan Janur Sasat, Desa Citorek Tengah, Kecamatan Cibeber, Rabu (18/6/2025).

Program ini bertujuan mendorong pembangunan desa berbasis sumber daya manusia.

Peluncuran dilakukan setelah pelantikan pengurus APDESI Kabupaten Lebak. Dalam sambutannya, Andra mengatakan program ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo dan Wapres Gibran untuk membangun Indonesia dari desa.

“Tahun ini setiap desa di Banten dapat bantuan provinsi sebesar Rp100 juta. Dari dana itu, minimal satu anak desa bisa kuliah dan jadi penggerak pembangunan di kampungnya,” jelas Andra.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan dana desa secara tepat sasaran, agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

“Ke depan, bantuannya akan kita tingkatkan, tapi kualitas pengelolaannya juga harus lebih baik. Kita belajar bersama agar dana ini bisa benar-benar memberdayakan warga desa,” ujarnya.

Andra juga mengapresiasi peran desa dalam pertumbuhan ekonomi Banten yang mencapai 5,19 persen di awal 2025. Menurutnya, 18 persen pertumbuhan itu berasal dari sektor pertanian yang sebagian besar digerakkan oleh masyarakat desa.

“Saya yakin, kalau kita terus kompak dan kerja bareng, mimpi Banten Emas dan Indonesia Emas 2045 bisa terwujud,” tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Banten, Rd Berly Rizki Natakusumah, menjelaskan bahwa Rp20 juta dari dana desa dialokasikan khusus untuk Sarjana Penggerak Desa — Rp8 juta untuk biaya kuliah dan Rp12 juta untuk kebutuhan hidup mahasiswa.

Sisanya digunakan untuk berbagai program lain seperti, Administrasi pemerintahan desa (Rp10 juta), operasional posyandu dan pelayanan dasar (rp5 juta), pengadaan bibit untuk kebun PKK.

Serta modal BUMDES (maksimal rp10 juta), pendirian dan penguatan koperasi desa dan program pencegahan narkoba di desa.

Jika kebutuhan dasar sudah terpenuhi, dana sisanya bisa dipakai untuk memperbaiki jalan desa, lingkungan, dan kantor desa.

“Ini bagian dari strategi Pemprov Banten untuk menjadikan desa sebagai ujung tombak pembangunan,” tutup Berly. (din).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News