HARIANRAKYAT.ID, JAKARTA -Pemerintah menyampaikan simpati yang mendalam atas insiden kecelakaan mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengantar Makan Bergizi Gratis di SD Negeri Kalibaru 01, Jakarta Utara, pada Kamis pagi, 11 Desember 2025.
Pemerintah memastikan dukungan penuh bagi seluruh korban, mencakup layanan medis, pendampingan psikologis, serta bantuan bagi keluarga untuk mempercepat proses pemulihan.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming telah menjenguk para korban di RSUD Koja dan menyampaikan permohonan maaf atas nama pemerintah. Ia menegaskan bahwa keselamatan anak-anak dan para pendidik merupakan prioritas tertinggi. Karena itu, seluruh kebutuhan penanganan harus dipenuhi tanpa penundaan.
“Sikap ini menegaskan komitmen moral pemerintah bahwa setiap insiden yang menyangkut keselamatan warga, khususnya anak-anak, harus ditangani dengan penuh tanggung jawab dan empati,” jelasnya.
Untuk memastikan kejelasan dan pertanggungjawaban, Wakil Presiden meminta agar penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan diusut tuntas. Pemeriksaan akan mencakup protokol operasional SPPG, kelaikan kendaraan, kondisi pengemudi, serta prosedur keluar–masuk kendaraan di area sekolah.
“Investigasi yang transparan menjadi landasan bagi langkah korektif yang tegas agar kejadian serupa tidak terulang pada masa mendatang,” tambah ia.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan prioritas nasional yang telah memberikan manfaat luas bagi jutaan rakyat Indonesia. Realisasi anggarannya telah melampaui Rp41 triliun dan menjangkau lebih dari 42 juta penerima manfaat di seluruh nusantara. Pemerintah menargetkan perluasan cakupan sebagai bagian dari komitmen mencapai target nasional jangka panjang.
Kejadian ini menjadi momen introspeksi bahwa MBG tidak hanya bertujuan menyediakan makanan bergizi, tetapi juga memastikan layanan yang aman dan bermartabat.
“Pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas pelaksanaan MBG secara berkelanjutan, berlandaskan hasil investigasi, masukan para ahli, serta aspirasi masyarakat. Dengan langkah perbaikan tersebut, pemerintah ingin memastikan anak-anak Indonesia memperoleh manfaat gizi yang lebih baik dalam lingkungan yang aman, terlindungi, dan penuh kepedulian,” tutupnya. (din).



