HARIANRAKYAT.ID— Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap sejumlah santriwati di salah satu pondok pesantren di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menuai keprihatinan dari berbagai pihak.
Anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi PKB, Tasril Jamal, mengecam keras dugaan tindakan bejat tersebut dan meminta aparat penegak hukum memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku.
“Kami sangat mengecam perbuatan keji tersebut. Pondok pesantren adalah tempat pendidikan moral dan agama, sehingga tidak boleh dicederai oleh tindakan yang merusak masa depan para santri. Kami meminta pihak berwajib menangkap pelaku dan memberikan hukuman seberat-beratnya,” ujar pria yang akrab disapa Dewan TJ ini.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pesantren, Tasril mendorong seluruh anggota dewan dari Fraksi PKB untuk lebih proaktif melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap pondok pesantren di wilayah masing-masing.
Menurutnya, pengawasan tidak hanya dilakukan dalam konteks kontrol sosial, tetapi juga melalui pendekatan silaturahmi, pendampingan, hingga dukungan terhadap kegiatan positif yang dilakukan pondok pesantren.
“Kami ingin anggota dewan PKB hadir di tengah pesantren, minimal aktif memonitor kegiatan yang ada di wilayahnya. Kalau perlu, ikut membantu kegiatan-kegiatan positif yang dapat menunjang kemajuan pondok pesantren,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Tasril yang juga merupakan Ketua DPD IKM Kota Tangerang ini, juga akan mengajak kader Panji Bangsa sebagai organisasi sayap PKB untuk ikut terlibat dalam pengawasan sosial dan penguatan lingkungan pesantren yang aman dan sehat bagi para santri.
“Kami akan mengajak kader Panji Bangsa untuk turut aktif membantu pengawasan terhadap pondok pesantren di wilayah masing-masing. Tujuannya agar tercipta lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan benar-benar menjaga ketenangan para santri,” ujar Tasril.
Selain pengawasan langsung, Fraksi PKB Kota Tangerang juga berencana mendorong lahirnya produk hukum atau regulasi daerah yang dapat mendukung kemajuan pondok pesantren yang disiplin, sehat, dan berpihak kepada perlindungan santri.
“Ke depan kami akan memikirkan dan mengusulkan adanya perda atau minimal produk hukum yang dapat membantu kemajuan pondok pesantren di Kota Tangerang. Insya Allah ini akan kami pikirkan lebih lanjut,” ujar Tasril yang juga merupakan salah satu kandidat Ketua DPC PKB Kota Tangerang.
Sebagai langkah konkret, Sekretaris PKB Kota Tangerang ini juga mengusulkan agar anggota dewan PKB yang lain dapat melakukan kunjungan rutin ke pondok pesantren minimal satu bulan sekali.
Menurutnya, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana untuk menyerap aspirasi serta menggali persoalan yang dihadapi pondok pesantren. Karena secara fundamental Basis masa PKB ada di pesantren.
“Minimal sebulan sekali anggota dewan PKB bisa melakukan kunjungan ke pondok pesantren dalam bentuk silaturahmi sambil menggali persoalan-persoalan yang ada. Siapa tahu ada hal yang bisa kita bantu demi kemajuan pesantren,” tutupnya.(adt)



