HARIANRAKYAT.ID, Jakarta, 12 Juli 2025 — Dua petenis muda andalan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), M. Mouressi Urwah dan Rafalentino Ali Da Costa, menorehkan prestasi internasional. Keduanya berlaga dalam kejuaraan ITF J60 Jakarta International Tennis Academy (JITA) Cup Series.
Berlangsung di Hotel Borobudur Jakarta, sejak 8–12 Juli 2025 itu, pasangan Tangsel ini mencatatkan sejarah dengan menaklukkan unggulan-unggulan utama dan membawa pulang 60 poin ITF Doubles Ranking.
Perjalanan Mouressi dan Rafalentino di turnamen ini tidak mudah. Di babak pertama, mereka langsung menghadapi pasangan unggulan pertama asal Kanada/Tiongkok ( Gibson Jay Lin / Guo Xi Yuan) yang secara peringkat jauh di atas mereka. Namun, secara mengejutkan, duo Tangsel berhasil menang dua set langsung 6-4:6-3. Di babak berikutnya, mereka kembali tampil apik dengan menumbangkan pasangan unggulan dari India dan Jepang.
Puncaknya, di babak final yang digelar Sabtu (12/7), Mouressi dan Rafalentino mengalahkan unggulan kedua dari Korea Selatan ( Cho Min Yuk/Cho Se Hyuk) dengan skor 4-6:6-4: (20-6) , dalam pertandingan yang berlangsung ketat selama hampir dua jam.
Rafalentino Ali Da Costa sempat absen dari berbagai kejuaraan nasional karena menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Kemenangan ini menjadi ajang reuni pertama mereka setelah beberapa tahun berpisah. Pelatih mereka, Sebastian Da Costa, yang juga pelatih kepala tenis Kota Tangerang Selatan, menyebut kemenangan ini sebagai sejarah penting bagi pertenisan Tangsel dan Banten.
“Mereka baru kembali berpasangan setelah cukup lama. Menang melawan unggulan pertama dan kedua bukan hanya prestasi besar, tapi bukti bahwa mereka punya potensi besar untuk melangkah ke level yang lebih tinggi,” ujar Sebastian.
Ketua Pengurus Cabang Persatuan Tenis Lapangan Indonesia (Pengcab Pelti) Kota Tangerang Selatan, Taufik, memberikan apresiasi tinggi atas capaian ini. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan dari berbagai pihak agar prestasi mereka tidak terhenti.
“Mereka ini masih junior, perjalanan mereka masih panjang. Untuk bersaing di level internasional, mereka butuh banyak bertanding ke luar negeri. Biaya itu tidak sedikit, dan saat ini sebagian besar masih ditanggung orang tua,” kata Taufik.
Ia menyebut bahwa dalam waktu dekat, Mouressi dan Rafalentino dijadwalkan mengikuti dua turnamen di Malaysia yang akan berlangsung selama dua pekan. Biaya keikutsertaan dalam turnamen tersebut masih ditanggung secara pribadi.
ITF J60 adalah kategori turnamen junior tingkat dunia yang memberikan poin peringkat internasional bagi petenis usia di bawah 18 tahun.
Turnamen ini diikuti oleh peserta dari berbagai negara seperti Tiongkok, Hongkong, Taiwan, Korea Selatan, India, Jepang, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, German, Kanada, Australia, Amerika Serikat, dan Indonesia.
Prestasi ini juga menjadi modal penting bagi Kota Tangerang Selatan dalam menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten yang akan digelar akhir tahun 2025. Tangsel ditargetkan menjadi juara umum di cabang olahraga tenis.
“Semoga ini menjadi momentum untuk membangkitkan kembali semangat tenis di Tangsel, Banten, dan Indonesia. Kami berharap pihak swasta, sponsor, dan pemerintah bisa ikut mendukung pembinaan mereka ke level profesional,” tutup Taufik. (rls).



