HARIANRAKYAT.ID, JAKARTA — Kinerja Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menuai apresiasi DPR RI Komisi VIII. Peran BAZNAS dinilai kian dirasakan masyarakat, terutama dalam penanganan persoalan sosial dan kebencanaan nasional.
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Gerindra, M. Husni, menilai penyaluran dana BAZNAS sudah tepat sasaran. Bantuan bagi fakir miskin dan korban bencana disebut berdampak langsung. Hal itu dinilai menjadi faktor meningkatnya penerimaan zakat nasional.
“Kami melihat penyaluran dana BAZNAS benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Husni, saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Ia menyebut kinerja BAZNAS patut diapresiasi dan dipertahankan. Menurutnya, kepercayaan publik menjadi kunci keberlanjutan pengelolaan zakat.
Apresiasi serupa disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI Hasan Basri Agus dari Fraksi Golkar. Ia menilai capaian program BAZNAS menunjukkan tren positif. Peningkatan anggaran juga dinilai mencerminkan kepercayaan yang kuat.
“Kerja BAZNAS luar biasa dan manfaatnya sangat terasa,” kata Hasan Basri Agus. Ia menilai sinergi program menjadi kekuatan utama lembaga zakat negara. Kehadiran BAZNAS disebut strategis dalam penanganan sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq dari Fraksi PKB menyoroti sinergi lintas lembaga. Kolaborasi antara Kementerian Sosial, BNPB, BPKH, dan BAZNAS dinilai berjalan efektif. Sinergi tersebut penting dalam menjawab persoalan kemanusiaan nasional.
“Kami mengapresiasi kerja keras semua pihak dalam melayani masyarakat,” ujarnya. Menurutnya, kerja bersama harus terus diperkuat. Pendekatan kolaboratif dinilai menjadi solusi dalam situasi krisis.
Menanggapi apresiasi DPR, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA menegaskan peran negara dalam pengelolaan zakat. BAZNAS disebut sebagai instrumen resmi negara dalam pengentasan kemiskinan. Zakat, infak, dan sedekah diposisikan sebagai kekuatan ekonomi umat.
“BAZNAS adalah amil zakat negara,” tegas Kiai Noor. Negara hadir untuk memperkuat kesejahteraan umat melalui zakat. Pendekatan ini diyakini mampu menjawab tantangan sosial secara berkelanjutan.
Ia juga memaparkan progres pemulihan pascabencana di Sumatera. Bantuan sosial keagamaan telah mencapai Rp80,5 miliar. Dana tersebut disalurkan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI H. Ansory Siregar menekankan pentingnya koordinasi antar lembaga. Ia mendorong penguatan sinergi dalam penanggulangan bencana. Penanganan terpadu dinilai lebih efektif dan cepat.
Rapat Dengar Pendapat tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS RI. Hadir pula pimpinan bidang pendistribusian, pengumpulan, perencanaan, dan koordinasi nasional. RDP menjadi forum evaluasi sekaligus penguatan peran zakat nasional. (din).



