HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL- Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangsel melepas Muhammad Sulthan Dhiya Ulhaq dalam program Pertukaran Pemuda Antar Provinsi (PPAP). Berlangsung di kantor Dispora, kawasan Puspemkot, Tangsel, Rabu (3/7/2024) malam.
Kepala Dispora Tangsel, Mursinah didampingi Sekretaris Dispora Nasrul Fuad serta Kepala Bidang Kepemudaan pada Dispora Kota Tangsel Deden Umaidi begitu bahagia. Dalam momen bersama ini, mereka memberikan dukungan dan motivasi kepada Sulthan.
Kepala Dispora memberikan pesan semangat agar bisa membawa misi Kota Tangsel sehingga masyarakat luas bisa mengenal adat dan budaya yang ada. Kesempatan ini sangat langka dan tidak mudah, maka dengan ada kesempatan harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Jaga nama baik dan kenalkan budaya Provinsi Banten serta Kota Tangsel ke masyarakat luas,” pesannya.
Demikian disampaikan Kabid Kepemudaan pada Dispora Kota Tangsel Deden Umaidi mengatakan kedatangan Sulthan sebelum diberangkatkan ke daerah melakukan audiensi terlebih dahulu, sekaligus pelepasan kontingen. Selama disana bakal mendapatkan tugas lebih dari satu bukan.
“Kontingen Tangsel akan menjalankan tugas dalam program PPAP (Pertukaran Pemuda Antar Provinsi) dengan daera tujuan Provinsi Kalimantan Utara selama 40 hari kedepan,” imbuhnya.
Selanjutnya, bersama dengan kontingen dari seluruh Provinsi di Indonesia akan terjun ke masyarakat untuk melihat dan mempelajari sosial budaya yang ada di Kalimantan Utara, termasuk mereka akan diberikan kesempatan untuk berbagai pengalaman ke masyarakat sekitar. Harapannya misi ini akan mendapatkan pengalaman penting untuk kemudian bisa diaplikasikan ke kehidupan sehari-hari sepulang tugas.
“Bahkan dengan pengalaman itu bisa membangun kemajuan di Kota Tangsel baik dari kepemudaan, pariwisata dan lain sebagainya,” harap Deden.
Sebelumnya Deden menyampaikan nanti dalam kurun waktu sebulan kedepan, para peserta akan berada dalam satu wilayah untuk saling mengenal dan berbagi pengalaman. Bahkan oleh penyelenggara mereka bakal menjalani misi proyek sosial dan kehidupan di tengah masyarakat secara utuh. Poinya mengambil pelajaran realitas masyarakat yang berbeda-beda.
“Harapannya setelah pulang dari penugasan untuk berkontribusi dan berkolaborasi dengan Pemkot Tangsel untuk kemajuan pemuda Tangsel menuju Indonesia Emas tahun 2045,” tutup Deden. (din).
BalasTeruskanTambahkan reaksi |