HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan
HARIANRAKYAT.ID Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan
BerandaTangerang RayaCegah Panic Buying, Ada Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Adha di Tangsel

Cegah Panic Buying, Ada Gerakan Pangan Murah Jelang Idul Adha di Tangsel

HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL-Menjelang Idul Adha pemerintah  melalui, Badan Pangan Nasional resmi memulai Gerakan Pangan Murah (GPM) atau pasar murah serentak se Indonesia.

Upaya itu untuk menjaga daya beli masyarakat melalui penyediaan pasokan pangan dengan harga terjangkau. Untuk di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kegiatan GPM digelar di lapangan Kantor Kecamatan Pondok Aren (26/6/2023).

Kegiatan GPM digelar serentak di 341 titik lokasi yang tersebar di 300 kabupaten/kota se Indonesia.

Walikota Tangsel Benyamin Davnie hadir membuka pasar murah tersebut.  Menurutnya, GMP dapat membantu pemerintah dalam mengendalikan harga kebutuhan pokok. Sehingga harga bisa stabil meskipun sudah terjadi kenaikan harga di sejumlah daerah.

“Lebaran sudah dekat. Kebutuhan ibu-ibu untuk menyiapkan Idul Adha sudah mulai memborong kebutuhan pokok. Warga bisa datang mendapatkan harga sembako dan produk makanan dari UMKM di Tangsel,”  kata Benyamin wartawan usai acara itu.

Kenaikan harga sejak sepekan terakhir mulai dialami sejumlah kebutuhan pokok. Terutama harga cabe merah keriting. Ditambah pula dengan harga telur dan daging ayam yang mulai meroket hingga tembus Rp 50 ribu per kilogram.

“Ini menandakan adanya gejolak sikologis di masyarakat menjelang idul adha. Tapi setelah ini diharapkan segera kembali turun normal,” harap Benyamin.

Ditambahkan Benyamin, kenaikan harga disebabkan karena meningkatnya jumlah konsumsi kebutuhan pokok di masyarakat. Membeli sembako dan cabe melebihi dari kebutuhan normal sehari-hari.

“Karena semua mau idul adha. Ibu-ibu panik, belinya banyak bener. Jadi karena konsumsi meningkat terhadap kebutuhan pokok maka harga  ikut naik. Semua aksi borong mau lebaran. Karena hukum pasar ini. Harga naik karena permintaan meningkat.Makanya pemerintah gencar menggelar pasar murah agar harga kebutuhan pokok dan sayuran terkendali,” terangnya.

Jika masyarakat bisa mengendalikan  keinginan tidak panic buying maka harga akan terkendali. Kebutuhan pokok tetap normal. Namun, begitu sulitnya melawan hawa nafsu bagi manusia.

“Makanya pemerintah itu sampai ikut memikirkan harga cabe keriting.Jika  harga naik warga bisa marah. Maka akan bisa menimbulkan gerakan-gerakan  yang bisa banyak menimbulkan dampak sosial di masyarakat,”jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kota Tangsel Yepi Suherman mengatakan adanya pasar murah agar rakyat bisa mendapatkan harga terjangkau.

“Aksi ini untuk menjamin harga kebutuhan pokok stabil jelang lebaran idul adha. Peserta yang ikut bazaar ada dari Bulog, Food Id, supermarket dan pengusaha produk makanan UMKM Tangsel,” kata Yepi.

Yepi menambahkan, pihaknya juga giat melakukan aksi RW Mantap  akan lebih dimaksimalkan pada 2023. Yaitu kegiatan satu lurah satu RW, namanya RW mantap. Mandiri tahan pangan dikembangkan pertaniannya. Seperti menanam sayur-sayuran dan ikan nila dan lele. Supaya dapat, terjaga ketahanan pangannya di suatu wilayah RW.

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi meluncurkan  Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional di Jakarta, (26/6). Menurutnya, pelaksanaan GPM serentak tersebut, menjadi yang terbesar di dunia. 

Jumlah titiknya akan terus bertambah mengingat sejumlah kabupaten/kota melaksanakannya lebih dari 1 hari.Jumlah titik GPM  bertambah terus tadi malam bahkan sudah sampai 343 tapi yang terdaftar di Museum Rekor Dunia Indonesia 341.

Arief menjelaskan inflasi nasional bulan Mei 2023 sebesar 4 persen (yoy) dan terus menunjukkan penurunan dari periode sebelumnya. Termasuk terkendalinya HPKN seperti Idul Fitri Nataru.

Pentingnya kewaspadaan terhadap ketersediaan pangan tetap harus tetap dijaga mengingat terdapat potensi perubahan iklim El Nino. Dampak geopolitik global, instabilitas pasokan, dan tingginya harga pangan global.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga inflasi pada sektor pangan khususnya volatile food. Untuk itu Badan Pangan Nasional hadir bersama Kementerian lembaga terkait beserta seluruh stakeholder pangan untuk mengurai satu per satu tantangan pangan. (din).

Tinggalkan Pesan

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News