back to top
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1447 - 2025
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2025 - dan Tahun Baru 2026 2025
BerandaDaerahBPBD Kota Kediri Simulasi Bencana Banjir

BPBD Kota Kediri Simulasi Bencana Banjir

HARIANRAKYAT.ID, KEDIRI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri menggelar Apel Gelar Peralatan dan Simulasi Bencana Banjir di bantaran Sungai Brantas, Kamis (27/11/2025).

Kegiatan lintas sektoral ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi, serta merespons prediksi cuaca ekstrem yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun Pemprov Jawa Timur.

Simulasi banjir juga melibatkan TNI, Polri, Brimob, Basarnas, para relawan, serta sejumlah instansi pendukung lainnya.

Prediksi Hujan Tinggi di Kota Padat Penduduk

Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Ia menyebut bahwa akhir tahun ini hingga tahun depan, Kota Kediri diprediksi menerima curah hujan tinggi mencapai 1.000 hingga 1.500 mm.

“Berdasarkan surat edaran dari Pemprov Jawa Timur, Kota Kediri termasuk kawasan padat penduduk di sekitar Daerah Aliran Sungai. Data ini memprediksi potensi bencana, salah satunya banjir,” ujarnya.

Vinanda menambahkan, bencana memang tidak dapat dicegah sepenuhnya, namun dampaknya bisa ditekan melalui kesiapan peralatan dan personel. Apel gabungan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat koordinasi lintas sektor.

Dukungan Provinsi dan Mitigasi Berkelanjutan

Pada kesempatan itu, wali kota turut mengapresiasi dukungan BPBD Provinsi Jawa Timur yang memberikan bantuan peralatan, logistik, serta bibit pohon sebagai langkah mitigasi jangka panjang. Ia menekankan pentingnya upaya pencegahan, mulai dari pembersihan drainase, patroli sungai, edukasi Kampung Siaga Bencana, hingga penanaman pohon.

“Alat yang canggih tidak ada artinya tanpa manusia yang sigap. Keselamatan warga adalah tanggung jawab kita bersama,” tegasnya.

Simulasi Libatkan Warga Terdampak

Kepala BPBD Kota Kediri, Joko Arianto, menjelaskan apel ini merupakan tindak lanjut instruksi Mendagri dan Pemprov Jawa Timur. Kegiatan tersebut melibatkan OPD terkait, relawan, serta BMKG untuk memastikan seluruh alat dan personel dalam kondisi siap.

“Bencana adalah urusan kita bersama. Hari ini kita langsung praktikkan dengan simulasi banjir yang melibatkan warga dari Kelurahan Gayam dan Ngampel, masing-masing 10 orang,” ujarnya.

Simulasi disusun dengan skenario banjir yang dilaporkan ke layanan darurat 112, kemudian direspons cepat oleh seluruh OPD. Tim gabungan juga melakukan latihan penyelamatan korban di Sungai Brantas, termasuk penanganan korban yang mengalami henti napas.

Fokus Kawasan Rawan dan Peralatan Baru

Berdasarkan kajian risiko, kawasan rawan banjir di Kota Kediri meliputi Kelurahan Ngampel, Gayam, dan Mojoroto. Keterlibatan warga dua kelurahan tersebut dilakukan karena dua pekan sebelumnya wilayah mereka sempat tergenang meski hujan hanya berlangsung singkat.

BMKG memprediksi puncak musim hujan akan terjadi pada Januari. “Namun kita harus antisipasi sekarang, karena kadang ramalan tidak sesuai. Yang penting kita siapkan semuanya,” tambah Joko.

BPBD Kota Kediri kini diperkuat dengan peralatan baru dari provinsi, di antaranya alkon (pompa penyedot air), perahu karet, helm, dan perlengkapan pelindung lainnya. Kajian risiko bencana Kota Kediri juga mencatat enam potensi utama: banjir, cuaca ekstrem, tanah longsor, gempa bumi, kebakaran, dan pandemi.

Apel gelar peralatan dan simulasi banjir ini menjadi bukti komitmen Kota Kediri untuk terus meningkatkan kapasitas, ketangguhan, serta kesiapsiagaan menghadapi dinamika alam dan perubahan iklim yang kian tidak menentu. (lik).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News