back to top
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1447 - 2025
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2025 - dan Tahun Baru 2026 2025
BerandaTangerang RayaBegini Rahasia Tangsel Selalu Juara MTQ,  Kekuatan Lemka Tak Terbendung 

Begini Rahasia Tangsel Selalu Juara MTQ,  Kekuatan Lemka Tak Terbendung 

KOTA TANGSEL-Inilah sebab mengapa Tangsel unggul dalam helatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Banten hingga Nasional. Kota Tangsel selalu menjadi andalan diantaranya  ditopang dari cabang kaligrafi yang mendulang emas cukup banyak.

Salah satu dewan hakim cabang lomba kaligrafi pada  MTQ XIV Tingkat Kota Tangsel Nurkholis menyampaikan bahwa proses pelaksana MTQ Kota Tangsel dengan dewan juri bertaraf internasional memberikan dampak positif. Utamanya  KH Sirojudin, H Isep Misbah,  Ernawati serta Hj Yeni Sholihah yang merupakan mantan-mantan juara nasional. 

“Dan saat ini juga tengah  menjalankan amanah sebagai dewan hakim pada MTQ XIV Kota Tangsel. Yang pasti setiap momentum selalu dilibatkan, bukan saja tingkat lokaltapi juga regional bahkan  nasional,” ujarnya.

Lanjut Kholis sapaan akrabnya sehari-hari,  pengalaman yang pernah didapat merupakan trah dari ilmu KH Sirojudin AR dalam mengukir khat Al Qur’an. Setidaknya Lembaga Kaligrafi Al Qur’an (Lemka) besutan KH Sirojudin AR lah yang membawanya mengikuti perlombaan di berbagai tingkatan. Lanjut Kholis selama empat semester tepatnya  tahun 1998 silam. Dari waktu ke waktu Lemka sangat serius dalam mengkader kaligrafer berprestasi. Ini dapat dibuktikan  sejak berdiri tahun 1986 hingga kini selalu konsisten. Membara, tidak pernah surut. Apalagi padam. Sehingga  telah melahirkan para kaligrafer berprestasi di berbagai negara.

“Terbaru juara di Turki tahun 2022. Kegiatan internasional diadakan setiap dua tahun sekali,” tambah ia.

Lemka bermarkas di Jalan Semanggi I Cempaka Putih,  Ciputat Timur. Jumlah anak didik mencapai puluhan ribu kaligrafer profesional. Mereka berasal dari berbagai kalangan,  baik yang mondok atau Diklat selama satu tahun  bahkan ada juga yang mengikuti kursus mingguan, yang tersebar seluruh Indonesia.

“Beliau (KH Didin red) sapaan KH Sirojudin merupakan sosok yang sabar dan tekun serta sangat menjiwai. Bahkan  saya belum pernah melihat beliau marah sejak dulu hingga sekarang ini. Sosoknya sangat sederhana sekali,” ia menuturkan.

Hal ini lah yang menjadi dasar mengapa peserta MTQ Tangsel selalu menjadi primadona bahkan momok bagi kabupaten kota di Banten. Selaras dengan itu, selama tujuh tahun Tangsel memegang juara umum secara berturut-turut tanpa terkalahkan. Baru tahun 2022 lalu Tangsel tidak berhasil memegang juara umum. Dibalik kegagalan ini, berkah bagi kabupaten kota lain di Banten sebagai lawan-lawan di arena. Tangsel kalah, menjadikan kompetisi di arena semakin hidup.

“Tangsel menjadi poros pengembangan di Provinsi Banten atas dukungan dari LPTQ dan Pemerintahan Kota Tangsel,” tandasnya.

Tentu belajar kaligrafi bukan soal seni menulis Al Qur’an pada  media kertas, kanvas atau triplek. Bahkan pilar-pilar masjid, baik di kampung-kmapung, pegunungan sampai tengah metropolitan. Masjid, mushola atau langgar bahkan gedung-gedung pertemuan. Di sana bertalian khat Al Qur’an dengan pesan Ilahi. 

Lebih dari itu, berdampak pada perilaku hidup bagi mereka yang menekuni dunia kaligrafi. Pertama belajar menulis ayat-ayat Al Qur’an dengan indah ini, butuh keuletan dan kesabaran. Jangan keliru, jika memiliki keterampilan kaligrafi, peluang ekonominya sangat besar. Disini mengandung unsur UMKM dengan karya seni mahal.

“Mendalami kaligrafi bukan soal seni semata tapi mencetak budi pekerti yang baik karena perlu kesabaran, fokus dan konsentrasi. Ini bukan cuma sekedar berkreasi tapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi,” imbuhnya.

Pada pelaksanaan MTQ ke XIV tingkat Kota Tangsel di antara 30 cabang lomba, hanya kaligrafi yang dilaksanakan dalam satu hari. Kerja dwan hakim dalam menentukan dari seluruh karya peserta harus dilihat secara cermat. Mulai dari penulisan huruf, corak warna, dan lain sebagainya. Namun demikian memang untuk kaligrafi tidak ada istilah final seperti cabang lomba yang lain. Kaligrafi adalah hasil karya yang dikerjakan dalam waktu tertentu selama satu hari. Apapun hasilnya dwan hakim yang menentukan. 

Cabang lomba kaligrafi dibagi menjadi empat, meliputi  dekorasi, Kontemporer, naskah dan hiasan mushaf. Arena kaligrafi pada MTQ ke XIV berlangsung di SMK Ruhama, Cirendeu, Ciputat Timur Tangsel dengan 9 dewan hakim dan empat panitera. 

Hal senada juga di ungkapkan Pengurus   Harian LPTQ Provinsi Banten, Prof H. A. Tholabi Kharlie saat menyampaikan materi tentang beberapa catatan seputar perhatikan MTQ dan STQ saat orientasi dewan hakim di Syahida Inn, Ciputat Timur Kota Tangsel. 

“MTQ Tangsel miniatur MTQ internasional dilihat dari dewan hakim yang sudah menjadi juri nasional,” ujarnya, Rabu 8 Februari 2023.

Sosok yang digadang-gadang calon Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu, menceritakan berdasarkan kejadian pada MTQ tingkat Banten tahun 2022 lalu, Kota Tangsel bukan juara umum. Kondisinya berbeda. Kabupaten kota lainnya semakin bersemangat. 

“Sekarang kabupaten kota lain mampu merebut juara umum.  Maka kompetisinya semakin seru di tingkat Banten. Sebelumnya selama 7 tahun mereka putus harapan. Tidak bersemangat. Namun setelah Tangsel tidak menjadi juara umum. Nuansa kompetisinya semakin seru,” kelakarnya. (red).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News