Media Sahabat Rakyat Versi penuh
Stock and Market

Bank Neo (BBYB) Catat Laba Drop 7,1%, Defisit Rp1,29T di Kuartal III

Oleh Redaksi 02 Nov 2026 22:20 2 menit baca

EmitenTrust.com - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) membukukan laba bersih sebesar Rp430,98 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Capaian tersebut turun 7,12% dibandingkan laba bersih Rp464 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2026, penurunan laba tersebut terjadi di tengah melemahnya pendapatan bunga bersih dan laba operasional perseroan.

BBYB mencatatkan pendapatan bunga sebesar Rp2,22 triliun, turun 6,54% dibandingkan Rp2,38 triliun pada periode Januari-September 2025.

Di sisi lain, beban bunga berhasil ditekan 9,16% menjadi Rp534,69 miliar, dari sebelumnya Rp588,59 miliar.

Dengan demikian, pendapatan bunga bersih perseroan tercatat sebesar Rp1,69 triliun, turun 5,69% dibandingkan Rp1,79 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, pendapatan operasional lainnya mencapai Rp304,96 miliar, relatif stabil dibandingkan Rp308,20 miliar pada September 2025.

Kontributor terbesar berasal dari penerimaan kembali aset yang telah dihapusbukukan sebesar Rp160,46 miliar, hampir tidak berubah dibandingkan Rp160,48 miliar pada periode sebelumnya.

Adapun provisi dan komisi lainnya meningkat 17,34% menjadi Rp83,85 miliar, dari sebelumnya Rp71,46 miliar.

Dari sisi beban operasional, BBYB mencatatkan penurunan beban sebesar 6,38% menjadi Rp1,53 triliun, dibandingkan Rp1,64 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan tersebut terutama ditopang oleh kerugian penurunan nilai aset keuangan dan nonkeuangan yang menyusut 7,02% menjadi Rp904,39 miliar, dari sebelumnya Rp972,74 miliar.

Beban umum dan administrasi juga turun 10,30% menjadi Rp324,10 miliar, sedangkan beban tenaga kerja turun 1,81% menjadi Rp259,77 miliar.

Namun, beban pemasaran justru meningkat 16,43% menjadi Rp42,52 miliar, dari sebelumnya Rp36,52 miliar.

Alhasil, laba operasional BBYB tercatat sebesar Rp460,92 miliar, turun tipis 0,14% dibandingkan Rp461,55 miliar pada periode Januari-September 2025.

Tekanan juga terlihat pada pos nonoperasional. Perseroan mencatatkan beban nonoperasional bersih sebesar Rp32,44 miliar, berbalik dari pendapatan nonoperasional bersih Rp1,87 miliar pada periode sebelumnya.

Kondisi tersebut membuat laba sebelum pajak turun 7,54% menjadi Rp428,47 miliar, dibandingkan Rp463,41 miliar.