HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL — Masuknya Abdul Rahman atau yang akrab disapa Arnovi ke dalam bursa Musyawarah Kota (Muskot) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tangerang Selatan yang akan digelar pada 25 Oktober 2025, menjadi warna baru dalam dinamika organisasi para pelaku usaha tersebut. Sosok berpengalaman di dunia bisnis dan pemerintahan ini dinilai mampu membawa napas segar, khususnya dalam mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut anggota DPRD Tangsel dua periode itu, KADIN merupakan organisasi besar yang memiliki peran strategis bagi dunia usaha. Karena itu, kata Arnovi, KADIN tidak boleh dipersempit maknanya hanya sebagai wadah proyek atau kelompok kepentingan.
“KADIN adalah organisasi besar. Maka kita jangan mengecilkan. Oleh sebab itu, saya sudah mempersiapkan langkah ini sejak empat bulan lalu, karena saya melihat KADIN Tangsel tidak sedang baik-baik saja,” tegasnya.
Arnovi menegaskan, pengurus dan anggota KADIN harus menjaga marwah organisasi sesuai amanat Perpres Nomor 18 Tahun 2022 yang menempatkan KADIN sebagai mitra pemerintah dengan dukungan teknis, bukan sebagai pihak yang bergantung pada bantuan.
Berbekal pengalaman sebagai Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kota Tangsel selama dua periode, Arnovi bertekad mengubah pola pikir anggota dan pengurus KADIN agar lebih mandiri dan proaktif.
“Anggota KADIN jangan hanya meminta pekerjaan dari pemerintah, tapi juga harus memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujarnya.
Ia menambahkan, meski pemerintah memiliki kewajiban mendukung KADIN, organisasi ini juga harus mampu membuka peluang dengan menarik investor ke Tangsel. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat ekonomi daerah tanpa membebani anggaran pemerintah.
“Kami akan membuka peluang investasi agar PAD Tangsel meningkat. Banyak hal yang bisa dilakukan jika kita kreatif mencari solusi,” imbuhnya.
Arnovi juga berencana membawa pengalamannya di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Tangsel selama satu dekade untuk diterapkan dalam tata kelola KADIN. Ia menilai banyak potensi PAD Kota Tangsel yang bisa digarap tanpa harus mengeluarkan modal besar.
“Kami sudah berdiskusi dengan tim tentang peluang-peluang PAD yang bisa dikembangkan tanpa biaya besar. Semua ada jalannya, asal mau bergerak dan berinovasi,” tandas mantan pengusaha rumah makan Padang itu.
Menurut Arnovi, sudah saatnya KADIN berpikir ke depan — bukan hanya menjalankan rutinitas, tapi benar-benar menjadi mitra pemerintah daerah yang produktif. Ia juga menilai momentum Muskot kali ini sebagai ajang penyempurnaan dari kepengurusan sebelumnya.
“Kita tinggal menyempurnakan hal-hal yang kurang baik, agar KADIN Tangsel ke depan bisa lebih maju dan berperan nyata bagi dunia usaha dan pemerintah daerah,” tutupnya. (din).



