HARIANRAKYAT.ID, JAKARTA — Gubernur Banten Andra Soni menegaskan sinergi Banten–Jakarta menjadi kunci mutlak terwujudnya transportasi massal terintegrasi kawasan metropolitan.
Kebijakan ini melalui penandatanganan MoU Studi Potensi Kontribusi MRT Lintas Timur–Barat Fase 2 rute Kembangan–Balaraja di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Andra Soni menyebut kerja sama ini sebagai jawaban konkret atas kepadatan lalu lintas di wilayah perbatasan. Tingginya pergerakan warga Banten yang bekerja di Jakarta menciptakan tekanan lalu lintas bergantian pada jam sibuk. Ketergantungan kendaraan pribadi, kata dia, sudah saatnya dikurangi secara sistematis.
“MRT hingga Balaraja adalah solusi jangka menengah dan panjang,” tegas Andra.
Menurutnya, kehadiran MRT akan mengurangi beban jalan sekaligus mendorong peralihan ke transportasi publik. Budaya angkutan massal dinilai krusial bagi kawasan aglomerasi.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama tujuh pengembang di sepanjang rencana koridor trase.
“Yang pasti kerja sama ini menjadi langkah awal penyusunan studi komprehensif pengembangan MRT lintas wilayah Jakarta–Banten. Keterlibatan swasta diproyeksikan mempercepat realisasi proyek,” tambah ia.
Ruang lingkup studi mencakup kajian kelembagaan, keuangan, dan teknis termasuk penentuan trase. Proses kajian diperkirakan memakan waktu delapan hingga sepuluh bulan.
Hasilnya akan menjadi dasar skema pembiayaan dan model pengembangan MRT Kembangan–Balaraja.
Sementara itu, Gubernur Daerah Khusus Jakarta Pramono Anung menilai kolaborasi lintas daerah ini sebagai lompatan penting pengembangan jaringan MRT. Keterlibatan pengembang akan memperkuat konsep transit-oriented development (TOD). Sekaligus menopang pembiayaan proyek secara berkelanjutan.
“Ini simbiosis mutualisme antara Jakarta, Banten, pengembang, dan MRT,” ujar Pramono.
Pemerintah Jakarta akan memanfaatkan pengalaman pengembangan MRT Utara–Selatan sebagai rujukan. Pembangunan Fase 2 Kembangan–Balaraja ditargetkan dimulai dalam satu hingga dua tahun ke depan. (din).



