back to top
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1447 - 2025
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2025 - dan Tahun Baru 2026 2025
BerandaTangerang RayaAksi Penculikan di Tangsel Bikin Resah, Orangtua, Siswa dan Guru Saling Jaga...

Aksi Penculikan di Tangsel Bikin Resah, Orangtua, Siswa dan Guru Saling Jaga Sampai PPA Turun ke Sekolah  

HARIANRAKYAT.ID, KOTA TANGSEL-Maraknya kasus penculikan belakangan ini di wilayah Kota Tangsel membuat khawatir para orangtua. Ini yang kemudian menjadi perhatian Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan di Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangsel rajin turun ke lapangan.

Analis Kebijakan Ahli Muda pada Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak DP3AP2KB Kota Tangsel, Hartina Hajar mengatakan aksi penculikan  membuat para orang tua gerah dan khawatir. Perlu kerjasama di lingkungan keluarga, lingkungan sekolah dan lingkungan sosial.

“Upaya itu dalam meminimalisir segala kemungkinan  yang dapat menjadi pemicu untuk dimanfaatkan para pelaku tindak kekerasan termasuk oknum pelaku penculikan,” katanya  Rabu (18/9/2024).

Dihadapan 375 peserta terdiri dari 341 siswa, 31 guru dan 3 komite berkumpul di Masjid SMP IT Insan Harapan, berlokasi di Kademangan, Kecamatan Setu Kota Tangsel menyampaikan sosialisasi pencegahan kekerasan perlu disampaikan. Berbagi tips untuk menjaga agar anak tidak menjadi korban kekerasan penculikan.

“Perlunya edukasi anak tentang beberapa fakta kasus penculikan, kemudian edukasi anak agar menghapal nomor telpon orang tua/wali. Serta biasakan anak untuk pamit dan memberi informasi bila terlambat pulang sekolah,” ujarnya.

Lanjut Ina sapaan akrabnya bahwa kehadiran orangtua kepada anak dalam dunia maya sangat penting. Tujuanya untuk mengontrol anak jangan sampai membangun komunikasi dengan orang yang tidak dikenal. Dikhawatirkan mereka membuat janji dengan bujuk rayu melalui media sosial.

“Perlunya orang tua/wali memberikan perhatian aktivitas anak di dunia maya. Serta ajarkan anak untuk menolak pemberian dan ajakan orang asing dan berikan kata spesial bila yang jemput orang lain misalnya ojek online. Kata spesial itu hanya orang tua dan anak yang tahu. Segera lapor ke polisi, satpam, atau kantor pemerintah, sekolah bila merasa ada yang mengancam atau yang membuat anak merasa tidak aman,” tambah Ina.

Demikian disampaikan Wakil Kepala Sekolah Insan Harapan Tika bersyukur atas kehadiran DP3AP2KB  Bidang Analis Kebijakan Perlindungan Perempuan dan Anak Tangsel. Setidaknya menjadi ikhtiar dalam  menjawab segala kekhawatiran sekolah dan  orang tua tentang kejadian yang viral di Tangsel.

“Semoga dengan berbekal pengetahuan yang disampaikan Ibu Ina, anak-anak lebih waspada dan aware terhadap dirinya, keluarganya, sahabat-sahabatnya, dan lingkungannya.  Terima kasih atas waktunya, dan ilmu yang disampaikan, semoga keberkahan untuk kita semua,” tutupnya. (din).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News