HARIANRAKYAT.ID, JAKARTA – Krisis iklim dan kerusakan lingkungan mendapat perhatian khusus dalam khotbah Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Di hadapan ribuan jemaah yang memadati masjid nasional tersebut, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie menegaskan bahwa persoalan lingkungan hidup sesungguhnya merupakan bagian dari tanggung jawab keimanan.
Menurutnya, banyak orang masih memandang perubahan iklim, pencemaran, dan kerusakan alam sebagai persoalan sains atau kebijakan semata. Padahal, Al-Qur’an secara tegas mengaitkan kerusakan lingkungan dengan perilaku manusia yang melampaui batas moral.
Dalam khotbahnya, ia menjelaskan bahwa Islam memiliki fondasi teologis yang kuat mengenai perlindungan lingkungan hidup. Kerusakan alam bukan hanya persoalan ekologis, melainkan juga cerminan dari krisis etika dan spiritualitas manusia.
Khatib menguraikan berbagai fakta global mengenai peningkatan suhu bumi, meningkatnya sampah plastik, hilangnya kawasan hutan, hingga ancaman terhadap ketahanan pangan dunia. Seluruh fenomena tersebut menunjukkan bahwa umat manusia sedang menghadapi tantangan besar yang memerlukan perubahan cara pandang dan perilaku.
Di hadapan jemaah, ia menegaskan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan (mizan), tanggung jawab (amanah), serta larangan berlebih-lebihan (israf). Ketiga prinsip tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran ekologis umat.
Pesan tersebut mendapat perhatian serius dari para jemaah. Selama khotbah berlangsung, suasana Masjid Istiqlal tampak khusyuk. Banyak jemaah mengikuti dengan saksama uraian yang menghubungkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan tantangan lingkungan hidup modern.
Melalui khotbah ini, Masjid Istiqlal menegaskan pentingnya menjadikan agama sebagai sumber inspirasi dalam menghadapi krisis iklim global sekaligus membangun peradaban yang lebih berkelanjutan.
Menurut khatib, salah satu tantangan terbesar umat manusia saat ini adalah kecenderungan memisahkan persoalan lingkungan dari nilai-nilai agama. Akibatnya, upaya menjaga alam sering dipandang sebagai agenda kelompok tertentu, padahal dalam perspektif Islam, menjaga bumi merupakan bagian dari tanggung jawab setiap orang beriman.
Ia menjelaskan bahwa konsep amanah yang diajarkan Al-Qur’an mengandung makna tanggung jawab yang luas. Manusia diberi kemampuan untuk mengelola bumi, tetapi pada saat yang sama juga dituntut mempertanggungjawabkan setiap tindakan yang berdampak terhadap kehidupan dan keberlangsungan alam.
Suasana khidmat terasa sepanjang pelaksanaan khotbah. Para jemaah tampak mengikuti setiap uraian yang disampaikan dengan penuh perhatian, terutama ketika khatib menjelaskan keterkaitan antara krisis lingkungan global dengan perilaku konsumtif dan eksploitasi sumber daya yang berlebihan.
Melalui pesan yang disampaikan dari mimbar Masjid Istiqlal, umat Islam diharapkan tidak hanya menjadi saksi atas berbagai persoalan lingkungan yang terjadi, tetapi juga menjadi bagian dari solusi. Kesadaran iman yang diwujudkan dalam tindakan nyata diyakini dapat menjadi kontribusi penting dalam menjaga keberlanjutan kehidupan di masa depan. (*).



