back to top
BerandaBantenInvestor Baja Tiongkok Masuk Banten, Ekonomi Bakal Meroket

Investor Baja Tiongkok Masuk Banten, Ekonomi Bakal Meroket

HARIANRAKYAT.ID, BANTEN-Presiden Direktur PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Muhammad Akbar Djohan dan Chairman Hebei International Trade Group Zhang Yougui baru saja melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU). Perusahaan asal Tiongkok bakal beroperasi di Kota Cilegon, Provinsi Banten.

Delegasi investor dipimpin Wakil Gubernur Eksekutif Provinsi Hebei Zhao Chenxin bersama Chairman Hebei International Trade Group Zhang Yougui dan sejumlah pelaku industri baja dari Tiongkok.

Gubernur Banten Andra Soni sesuai menyaksikan MoU di Gedung Krakatau Steel, Kuningan, Jakarta Selatan, belum lama ini, mengaku optimistis masuknya investor baja raksasa asal Provinsi Hebei, Tiongkok memperkuat industrialisasi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten, khususnya Kota Cilegon sebagai pusat industri baja nasional.

Ia menjelaskan, kondisi itu menjadi daya tarik penting bagi investor global untuk mengembangkan industri baja terintegrasi di Banten. Selain memiliki infrastruktur industri yang kuat, wilayah tersebut dinilai sangat mendukung pengembangan hilirisasi dan distribusi industri skala besar.

“Ini menjadi momentum penting bagi industrialisasi nasional dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Andra Soni.

Presiden Direktur Krakatau Steel Muhammad Akbar Djohan mengatakan pihaknya telah menyiapkan lahan sekitar 2.000 hektare di kawasan ekonomi khusus guna mendukung masuknya investasi baru di sektor industri baja.

Menurutnya, kerja sama dengan investor dari Tiongkok diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor baja jadi. Ke depan, pabrik-pabrik baja dari Tiongkok diharapkan membangun fasilitas produksi langsung di Indonesia dengan memanfaatkan bahan baku dari Krakatau Steel.

“Kami ingin industri baja dibangun di Indonesia agar mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri,” katanya.

Krakatau Steel sebagai industri hulu strategis didukung potensi besar yang dimiliki Banten, terutama keberadaan pelabuhan internasional di Cilegon dengan kedalaman alami hingga 21 meter.

Sementara itu, Wakil Gubernur Eksekutif Provinsi Hebei Tiongkok Zhao Chenxin menyampaikan bahwa Provinsi Hebei merupakan salah satu pusat industri baja terbesar di Tiongkok yang kini berkembang dengan dukungan teknologi modern dan ramah lingkungan.

Ia menilai Indonesia memiliki prospek besar dalam pengembangan industri baja jangka panjang. Selain memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara, investasi tersebut juga diharapkan mendorong transfer teknologi dan peningkatan penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

“Kerja sama hari ini kami harapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih besar di masa depan,” ujar Zhao Chenxin. (din).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News