back to top
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 1447 - 2025
HARIANRAKYAT.ID Mengucapkan Selamat Natal 25 Desember 2025 - dan Tahun Baru 2026 2025
BerandaTangerang RayaKerja Keras Layani Masyarakat, Dishub Tangsel Kebut Transportasi Massal

Kerja Keras Layani Masyarakat, Dishub Tangsel Kebut Transportasi Massal

Tangsel – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) terus mematangkan pengembangan transportasi massal dengan menitikberatkan pada layanan nyata bagi masyarakat.

Kepala Dishub Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, menegaskan bahwa kinerja pemerintah saat ini tidak bisa dilepaskan dari sorotan publik melalui media. Namun demikian, dia mengaku lebih memilih fokus bekerja.

“Tapi saya pribadi lebih memilih kerja nyata. Pencitraan itu saya kurang suka, yang penting hasilnya dirasakan masyarakat,” ujar Ayep kepada wartawan, dikutip, Jumat (08/05/26).

Menurutnya, dinamika era keterbukaan informasi menuntut pejabat publik untuk bersikap adaptif dan rendah hati. Ia menilai, paradigma pejabat sebagai penguasa sudah tidak relevan, melainkan harus menjadi pelayan masyarakat.

“Sekarang ini eranya sudah berbeda. Pejabat itu bukan untuk gagah-gagahan, tapi harus jadi pelayan. Kita ini melayani, bukan dilayani,” tegasnya.

Terkait pengembangan transportasi massal, Dishub Tangsel hingga kini masih dalam tahap penjajakan dengan berbagai pihak, termasuk operator angkutan dan pemerintah daerah lain. Salah satu tantangan utama adalah kebutuhan subsidi tarif.

“Kami sudah sounding ke koperasi dan pengusaha angkutan. Rata-rata mereka minta subsidi, terutama subsidi tarif. Itu memang jadi tantangan,” ungkap Ayep.

Sebagai perbandingan, ia mencontohkan tarif transportasi rute Blok M–Alam Sutera yang relatif murah karena mendapat subsidi besar dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Kalau tarif murah seperti itu, pasti ada subsidi besar. Sementara kita juga harus realistis, kebutuhan anggaran di Tangsel masih banyak,” katanya.

Meski demikian, Dishub Tangsel tetap membuka peluang kolaborasi dengan berbagai operator seperti Transjakarta dan Damri guna memperluas konektivitas transportasi bagi warga.

“Saya sudah koordinasi dengan Transjakarta dan Damri. Prinsipnya kita terbuka, bagaimana masyarakat Tangsel bisa lebih mudah bepergian ke mana saja,” jelasnya.

Ayep juga mengaku belajar dari pengalaman daerah lain, seperti Kota Tangerang, yang menghadapi tantangan minimnya penumpang pada layanan angkutan massal berbasis subsidi.

“Jangan sampai kita bikin sistem, tapi penumpangnya tidak ada. Itu jadi pelajaran penting. Kita harus pastikan kebutuhan masyarakatnya dulu,” terangnya.

Ke depan, Dishub Tangsel berkomitmen menghadirkan sistem transportasi massa yang tepat sasaran, efisien, dan benar-benar digunakan masyarakat, bukan sekadar proyek anggaran.

“Kuncinya satu, transportasi ini harus membantu masyarakat. Kalau tidak dipakai, berarti ada yang salah dalam perencanaannya,” pungkasnya. (adv).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News