TANGSEL – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menyiapkan langkah besar untuk membenahi salah satu titik kemacetan kronis di wilayahnya, yakni Jembatan Overpass Bintaro di Ciputat. Tak sekadar pelebaran jalan, proyek ini dirancang sebagai penataan ulang menyeluruh guna mengatasi kepadatan lalu lintas yang selama ini kerap dikeluhkan warga.
Overpass yang menghubungkan Jalan Bakti Karya Raya dan Jalan Cenderawasih, Kelurahan Sawah Baru, memiliki peran vital sebagai penghubung ke sejumlah kawasan strategis, seperti Boulevard Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), Bintaro Xchange, hingga Stasiun Jurangmangu. Tingginya aktivitas di kawasan ini membuat beban lalu lintas terus meningkat dari tahun ke tahun.
Kepala Dinas Perhubungan Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, mengungkapkan bahwa kondisi lalu lintas di lokasi tersebut sudah berada di ambang jenuh. Berdasarkan data teknis, rasio volume terhadap kapasitas (VCR) mencapai 0,84 atau masuk kategori Level of Service (LOS) D.
“Artinya, arus kendaraan sudah tidak stabil dan sangat mudah terjadi antrean panjang, terutama saat jam sibuk,” ujar Ayep Jajat Sudrajat.

Tak hanya persoalan volume kendaraan, kondisi geometrik jalan juga menjadi perhatian serius. Elevasi simpang yang tinggi serta tikungan yang sempit dinilai memperburuk arus lalu lintas dan meningkatkan potensi kecelakaan.
Sebagai solusi, Pemkot Tangsel merancang peningkatan kapasitas jalan secara signifikan. Lebar overpass yang saat ini hanya 5,4 meter akan diperluas menjadi 12,4 meter sepanjang 150 meter. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan daya tampung kendaraan secara drastis.
Namun, pembenahan tidak berhenti di situ. Penataan simpang juga akan dilakukan melalui penerapan median jalan untuk mengurangi konflik arus lalu lintas yang selama ini kerap terjadi di titik pertemuan kendaraan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Tangsel, Martha Lena, menyebutkan bahwa pihaknya juga akan menambah fasilitas putar balik (U-turn) baru dari arah Jalan Merpati Raya guna memperlancar sirkulasi kendaraan.
“Selama ini simpang masih terbuka dan sering memicu konflik lalu lintas. Dengan penataan ini, pergerakan kendaraan akan lebih tertib dan aman,” jelasnya.
Selain itu, aspek keselamatan pengguna jalan turut menjadi prioritas. Jalur pejalan kaki selebar 1,5 meter akan dibangun di kedua sisi overpass, memberikan ruang aman bagi masyarakat yang berjalan kaki.
Untuk merealisasikan proyek ini, Pemkot Tangsel membutuhkan pembebasan lahan seluas sekitar 2.004 meter persegi. Di saat yang sama, desain tikungan juga akan diperbaiki agar lebih landai dan mendukung kelancaran arus kendaraan.
Dengan berbagai intervensi tersebut, kinerja lalu lintas di kawasan ini ditargetkan meningkat signifikan. Nilai VCR diproyeksikan turun dari 0,84 menjadi 0,39 atau berada pada Level of Service (LOS) B—kategori yang menunjukkan arus lalu lintas stabil dan lancar.
Pembenahan Overpass Bintaro ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga menjawab kebutuhan mobilitas di kawasan Ciputat dan Bintaro yang terus berkembang pesat. (adv).



