back to top
BerandaBogor RayaPekerja Jembatan Tewas Saat Bulan K3, Rudy Susmanto Akui Lalai

Pekerja Jembatan Tewas Saat Bulan K3, Rudy Susmanto Akui Lalai

HARIANRAKYAT.ID, BOGOR-Pemerintah Kabupaten Bogor mengakui lalai insiden jatuhnya pekerja Jembatan Leuwiranji. Ironisnya peristiwa ini terjadi saat Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tengah digaungkan oleh pemerintah.

Baca Juga : Pekerja Tewas, KNPI Sebut Proyek Jembatan Leuwiranji Lemah Pengawasan

Baca Juga : Pekerja Proyek Jembatan Leuwiranji Bogor Jatuh ke Cisadane

Baca Juga : Proyek Digeruduk Warga, Camat Gunung Putri Kewalahan
BagikanWhatsAp

Bulan K3 diperingati setiap tahun, dari 12 Januari hingga 12 Februari dan sudah berjalan selama 45 tahun. Pasal 86 ayat satu UU no 13 Tahun 20023 tentang Ketenagakerjaan disebutkan setiap pekerja berhak memperoleh perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja. Namun justru Pemkab Bogor abai, saat pekerjaan jembatan memasuki tahap akhir, berujung tragedi maut.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengaku kejadian itu jadi peringatan serius bagi seluruh pihak terkait, khususnya dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lapangan.

“Kelalaian dalam K3 kerja. Dari kejadian itu harus dievaluasi agar tidak terjadi lagi,” tegas Rudy Bupati Bogor.

Rudy menjelaskan, proyek perawatan berkala Jembatan Leuwiranji sejatinya sudah hampir rampung. Namun lemahnya pengawasan dan disiplin terhadap prosedur keselamatan menjadi celah terjadinya kecelakaan kerja yang merenggut korban jiwa.

Ia pun meminta seluruh pihak, mulai dari kontraktor pelaksana, konsultan pengawas, hingga dinas terkait, untuk bertanggung jawab dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerja di lapangan.

Rudy menekankan, keselamatan pekerja menjadi prioritas utama dalam setiap proyek infrastruktur, tanpa terkecuali. Tentunya kejadian serupa tidak kembali terulang di proyek-proyek lain yang tengah berjalan di Kabupaten Bogor.

“Kita tidak ingin kejadian seperti ini terulang. Evaluasi harus dilakukan, pengawasan diperketat, dan standar K3 benar-benar dijalankan,” ujarnya.

Pemkab Bogor memastikan akan memperketat pengawasan terhadap seluruh pekerjaan infrastruktur, khususnya yang berkaitan langsung dengan keselamatan pekerja dan masyarakat.

Rudy mengaku, tragedi di Jembatan Leuwiranji menjadi pelajaran penting agar setiap proses pembangunan di Kabupaten Bogor tidak hanya mengejar target penyelesaian. Tetapi juga menjunjung tinggi keselamatan dan nyawa manusia. (din).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img
Komentar Terbaru
Must Read
Related News